4 Cara Menghindarkan Diri dari Salah Menulis Kata Di

Masih sering bingung ketika menulis kata di? Saya acap kali mendapatinya dalam berbagai tulisan, baik di jagat maya maupun di dunia nyata.

“Di larang membuang sampah disini.” Kalimat ini merupakan salah satu contoh ketika orang keliru menulis kata di, yang saya temukan dalam dunia nyata. Tidak tanggung-tanggung, dalam satu kalimat terdapat dua kesalahan. Selain kalimat seperti itu, banyak pula contoh dalam spanduk atau baliho yang terbentang di pinggir jalan terdapat kesalahan yang sama.

Hampir setiap kali menelusuri blog-blog dalam pelbagai tema, saya kerap menemukan kebingungan seorang blogger menuliskan kata di dalam kalimat-kalimat yang mereka susun. Ada kata yang seharusnya dipisah tapi malah dirangkai. Sebaliknya, di yang semestinya dirangkai dengan kata yang mengikutinya, tetapi banyak blogger yang tega memisahkan mereka.

Bukan hanya di blog-blog pribadi kekeliruan seperti itu terjadi. Saya juga pernah menemukan salah satu media berita terbesar di negeri ini masih memajang judul tulisan dengan kata di yang tidak pada tempatnya.

Mengapa kesalahan semacam itu kerap terjadi? Bagaimana pula cara menghindarkan diri dari mengulang kesalahan serupa?

Baca juga: Cermatlah Memilih Kata, Agar Tak Ada Genangan Air Mata

Memahami Kata Depan dan Awalan

Sepertinya pemahaman mengenai kata depan dan awalan perlu mendapat perhatian. Pemahaman ini terutama dibutuhkan oleh para penulis, wartawan, blogger, perancang iklan dan profesi-profesi lainnya yang mengharuskan mereka membuat tulisan untuk konsumsi publik.

Mengapa demikian? Sebab profesi-profesi itu menghasilkan produk-produk tulisan yang akan banyak dilihat dan dibaca masyarakat umum.

Manusia memiliki kecenderungan meniru sesuatu yang sering dilihat. Dengan demikian, tulisan-tulisan yang ditujukan untuk masyarakat luas berpotensi besar untuk ditiru orang. Semakin banyak tulisan yang tidak tepat, semakin banyak pula kemungkinan orang yang melihat atau membacanya akan menirunya.

Saya mengira bahwa kekeliruan yang terjadi disebabkan kurangnya pemahaman akan kata depan dan awalan. Kekurangpahaman ini sering menimbulkan penggunaan kata yang terbalik antara kata depan dan awalan.

Mengutip penjelasan situs id.wikibooks.org, kata depan merupakan kata-kata yang digunakan di depan kata benda untuk merangkaikan kata benda itu dengan bagian kalimat lain. Ada bermacam-macam fungsi kata depan. Khusus untuk kata di yang menjadi topik pembicaraan dalam tulisan ini, kata depan menunjukkan tempat berada suatu benda.

Sementara itu, awalan adalah bentuk imbuhan yang terletak di awal kata. Awalan di berfungsi membentuk kata kerja dan membawa arti yang pasif.

4 Cara Memahami Penulisan Kata Di yang Benar

Karena sudah mengetahui konsep kata depan dan awalan, langkah selanjutnya adalah mencari cara untuk membedakan kedua konsep tersebut. Berikut ini 4 cara mendeteksi apakah kata di merupakan kata depan atau awalan.

1. Meyakini bentuk kata depan dan awalan

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) membeberkan cara menuliskan kedua bentuk kata itu. Melengkapi penjelasannya, materi ini juga menyertakan contoh-contoh penggunaan bentuk-bentuk kata tersebut.

Menurut PUEBI, kata depan di ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. PUEBI memberikan dua contoh penerapannya dalam kalimat.

  • Di mana dia sekarang?
  • Kain itu disimpan di dalam lemari

Sementara itu, awalan ditulis serangkai dengan kata dasar yang mengikutinya. Di dalam PUEBI tidak terdapat contoh penerapan awalan di. Saya hanya mengubah contoh penggunaan awalan me dalam kata mempermudah menjadi bentuk pasif menggunakan awalan di menjadi dipermudah. Atau contoh lain yang saya temukan dalam buku “Buku Pintar EYD, Bahasa dan Sastra Indonesia”, kata yang mendapat awalan di dan akhiran kan, yaitu dipermainkan.

Sebagai tambahan, awalan yang diikuti oleh sebuah singkatan atau kata dasar yang bukan berasal dari bahasa Indonesia, maka penulisannya dirangkaikan dengan tanda hubung. Misalnya kata di-PHK dan diupgrade.

2. Mengamati ciri-ciri kata depan dan awalan

Salah satu ciri yang membedakan di sebagai kata depan atau sebagai awalan terletak pada kata yang mengikutinya. Bila kata yang berada di belakang kata di merupakan kata kerja, maka kata di berfungsi sebagai awalan. Sementara itu, pada saat kata di diikuti selain kata kerja (misalnya kata keterangan tempat atau keterangan waktu), maka kata di sedang bertindak selaku kata depan.

Saya akan memberikan contoh kalimat yang menggunakan kata balik. Kata ini bisa bermakna dua, sebagai kata kerja atau sebagai kata keterangan tempat. Ketika fungsinya berbeda, maka cara menuliskannya pun tidak sama.

  • Posisi bayi itu dibalik dari menelungkup menjadi menelentang.
  • Adik bersembunyi di balik pintu.

Membiasakan Diri Bersikap Kritis

Baca juga: Tata Cara Menulis Artikel yang Tak Selalu Menyenangkan

3. Mencari contoh-contoh kalimat yang mengandung kata depan dan awalan di

Saya sudah memberikan beberapa contoh cara menulis kata di sebagai kata depan dan sebagai awalan. Berikut ini saya tambahkan lagi beberapa contoh lain yang saya comot dari kabar-kabar terkini pada berbagai situs berita.

  • Gempa ini dirasakan di sejumlah wilayah dengan skala getaran yang sama. (detik.com)
  • Saat ditanya mengenai nasib Mesut Oezil di Arsenal, Arteta menyampaikan bahwa kondisi tim sedang baik. (kompas.com)

Dalam kedua contoh kalimat di atas, terdapat kata di yang berfungsi sebagai kata depan dan awalan. Kata di yang dirangkai dengan kata yang mengikutinya bertindak selaku awalan (dirasakan, ditanya). Sedangkan kata di yang ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya merupakan kata depan (di sejumlah wilayah, di Arsenal).

4. Berusaha kritis terhadap penulisan kata

Jika sudah memahami dan bisa menerapkan penggunaan kata di sebagai kata depan dan sebagai awalan, perlu juga kita membiasakan diri untuk bersikap kritis terhadap penggunaan kata itu. Mungkin kita perlu memasang tanda tanya dalam hati kita setiap menemukan penulisan kata depan dan awalan pada tulisan-tulisan yang sedang kita baca.

Kita bisa bertanya dalam hati, apakah penulisan kata-kata itu sudah tepat sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar? Bila kita sendiri masih merasa ragu, kita bisa kembali mendalami ketiga cara sebelumnya.

Leave a Reply