Menumbuhkan Semangat Menulis di Hari Kemerdekaan

Bagaimana cara menumbuhkan semangat menulis dan membangun blog pribadi? Mungkinkah semangat proklamasi bisa menjadi inspirasi?

Menulis membutuhkan semangat. Ya betul, semangat menulis adalah salah satu bekal penting yang akan menentukan kelangsungan hidup sebuah blog.

“Tulis, tulis, tulis!”

Begitu bunyi salah satu kata mutiara yang paling banyak disebut orang soal bagaimana cara menghasilkan karya tulis yang baik dan konsisten.

Saya sedang berusaha keras menerapkan rangkaian kata mutiara itu. Saat ini saya sangat berharap bisa segera menyelesaikan artikel ini.

Semoga saja tulisan ini bisa menjadi sebuah artikel yang cukup baik (dan menarik). Setidaknya tak membuat malu penulisnya bila dikonsumsi pembaca.

Saya menggagas tulisan ini dengan maksud menjadikannya sebagai artikel pertama yang akan mengisi blog yang baru saya bikin sehari sebelumnya.

Awalnya saya tidak merencanakan secara khusus untuk “meluncurkan” blog ini bertepatan dengan peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI. Entah ada kaitannya atau tidak, perlengkapan untuk membuat sebuah website yang telah saya upayakan sejak bulan lalu baru tersedia pada pertengahan bulan ini.

Detik-detik Proklamasi yang Menegangkan

Baru kelar saya membaca sebuah tulisan di situs setneg.go.id yang menceritakan detik-detik menjelang  hingga waktu pembacaan naskah proklamasi tanggal 17 Agustus 1945. Saya seperti turut merasakan ketegangan orang-orang yang terlibat langsung di dalamnya.

Seperti apa suasana hati para pemuda yang terus mendesak Bung Karno untuk segera meproklamirkan kemerdekaan Indonesia?

Sebaliknya, bagaimana juga ketegangan yang melingkupi perasaan golongan yang lebih tua? Bukan perkara mudah menyatukan pemahaman akan pentingnya perencanaan yang sangat matang sekaligus bisa cepat dilaksanakan atas sebuah acara sakral itu.

Tentu saja saya tidak akan mengaitkan detik-detik proklamasi kemerdekaan negara Indonesia dengan detik-detik penyiapan terbitnya blog saya ini.

Perbandingan antara gajah dengan semut pun sangat jauh dari kata cukup untuk menggambarkan kedua peristiwa itu. Apalagi cuma membandingkannya dengan ukuran tubuh Goliath dan David.

Barangkali satu-satunya persamaan antara kedua peristiwa itu adalah tanggal dan bulan kejadiannya saja. Itu pun karena saya sengaja memundurkan dua hari rencana “launching” blog ini dari target semula tanggal 15 Agustus 2020.

Bagaimanapun akan tetap muncul perasaan yang gimana gitu memiliki sebuah blog yang kelak akan merayakan ulang tahunnya bersamaan dengan perayaan kemerdekaan negara. Dan yang pasti, saya akan lebih gampang menghitung usia situs saya.

Menumbuhkan Semangat Menulis dengan “Bantuan” Proklamasi Kemerdekaan RI

Berhubungan atau tidak dengan proyek ini, saya akan mencoba menelusuri nilai-nilai baik atas peristiwa proklamasi kemerdekaan yang terjadi 75 tahun silam. Dan sebisa mungkin saya akan mengambil dan menerapkan semangatnya terutama dalam mengelola blog ini.

Ada tiga nilai luhur proklamasi yang bisa dijadikan sumber inspirasi dalam upaya menumbuhkan semangat menulis dan membangun blog.

1. Semangat yang tak mudah pupus sekalipun banyak rintangan mengadang

Tepat 75 tahun yang lalu, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia di tengah suasana yang tak menentu.

Hal ini tak lepas dari semangat para pemuda yang terus mendesak para pendiri bangsa untuk segera mengumumkan kemerdekaan negara kita kepada dunia.

Semoga saja semangat yang semacam ini bisa merembet ke dalam diri saya. Tidak mungkin sebuah website dibangun tanpa semangat pengelolanya.

2. Pemikiran dan kerja yang serius akan memberikan hasil yang baik

Bapak-bapak bangsa itu dengan dibantu para pemuda telah menghasilkan naskah proklamasi dan mengumumkannya kepada dunia dalam waktu yang tak lama.

Seorang pengelola situs atau blog yang serius akan sering berhadapan dengan situasi dikejar tenggat waktu (deadline).

Dalam kondisi seperti ini, sangat dibutuhkan pemikiran yang jernih dan tidak grusa-grusu. Tujuannya tentu saja bukan hanya bisa menyelesaikan kewajiban sebelum jatuh tempo, melainkan juga menghasilkan karya yang bermutu.

cara menumbuhkan semangat menulis
Infografik cara menumbuhkan semangat menulis yang terinspirasi dari semangat mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan RI.

3. Mampu memanfaatkan sumber daya yang ada (baca: terbatas) untuk menghasilkan produk yang diinginkan

Bertempat di rumah Laksamana Maeda dengan peralatan yang seadanya, nyatanya mereka mampu menyusun naskah proklamasi hingga kelar.

Dan keesokan harinya, berbekal sound system yang tidak menggelegar serta bendera hasil jahitan tangan dengan ukuran yang tidak standar, Soekarno-Hatta tetap bisa memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Termasuk juga dokumentasi yang dilakukan Frans Mendur menggunakan tiga lempeng plat film dan menghasilkan tiga helai foto yang sangat bersejarah.

Sungguh jauh berbeda dengan perlengkapan yang tersedia pada masa kini.

Komputer, laptop atau gawai bisa saling menggantikan untuk menghasilkan tulisan. Bila tak memiliki kuota internet, bisa mengunggah materi konten dengan menumpang wifi kantor Kecamatan atau lokasi-lokasi wifi terdekat lainnya.

Jadi, rasanya, tidak ada lagi alibi penghambat upaya menumbuhkan semanta menulis dan membangun blog dari sisi ketersediaan sumber daya.

Semangat Proklamasi, Semangat Berkarya

Jika sesuai harapan, tulisan yang saya kerjakan pada malam hari tanggal 16 Agustus 2020 ini akan saya tayangkan keesokan harinya, Senin, 17 Agustus 2020. Tayangan ini sekaligus menandai mulai terbitnya hasil karya saya dalam blog hasratmenulis.com.

Awal yang “bersejarah” ini semoga bisa berlanjut dengan terlecutnya semangat-semangat berikutnya. Semangat-semangat yang sangat saya butuhkan untuk menghasilkan karya-karya yang berguna.

Kerja keras disertai berbagai pertimbangan yang matang juga moga-moga melingkupi saya dalam proses membuahkan konten-konten yang akan tayang di sini.

Saya berharap, saya tidak hanya konsisten membuat artikel dan bentuk konten lainnya. Namun, di luar itu, semoga saja kemampuan saya yang tak seberapa ini tetap bisa memberikan faedah bagi diri saya dan pembaca.

Dirgahayu Republik Indonesia.

Semoga semangat yang melingkupi orang-orang yang terlibat dalam proses berkumandangnya proklamasi ikut menumbuhkan semangat menulis dan membangun blog ini.

Leave a Comment