Daya ingat adalah aset amat berharga sehingga mesti benar-benar dijaga. Kabar baiknya, aktivitas menulis bisa menjadi sarana menjaga daya ingat tetap kuat.
Pernahkah Anda membaca sebuah buku atau artikel dengan penuh semangat, tetapi keesokan harinya sudah lupa hampir semua isinya? Pengalaman semacam itu umum terjadi pada banyak orang. Kegiatan membaca saja sering kali tidak cukup efektif membuat otak kita menjaga informasi berdiam di sana.
Sungguh beruntung, kita bisa melakukan cara sederhana untuk menjaga daya ingat tetap kuat. Cara sederhana itu adalah menulis.
Menulis bukan sekadar kegiatan menuangkan kata-kata ke atas kertas atau program pengolah kata. Saat menulis, otak kita bekerja lebih keras untuk mengingatkan agar tangan terus bergerak, mata fokus, serta pikiran mencerna dan memilih kata-kata.
Proses ini membuat otak kita mampu “mengikat” informasi yang masuk ketimbang membaca pasif saja. Proses ini kerap disebut generative learning, yaitu cara belajar yang dilakukan dengan mengungkapkan kembali pengetahuan yang kita dapatkan menggunakan bahasa kita sendiri.
Berbagai penelitian mendukung pandangan ini.
Kajian yang dilakukan Mueller & Oppenheimer (2014) menemukan bahwa mahasiswa yang mencatat dengan tangan memperoleh pemahaman lebih mendalam dibandingkan mahasiswa lain yang mencatat di gawai mereka.
Sementara itu, dalam buku Make It Stick, Brown, Roediger, & McDaniel (2014) menyatakan bahwa menulis ulang pengetahuan yang kita dapatkan dengan kata-kata sendiri bisa meningkatkan pemahaman dan menguatkan daya ingat kita dalam jangka panjang.
Berbagai Manfaat Menulis
Selain dua manfaat yang sudah disebutkan di atas, banyak lagi keuntungan yang bisa kita dapatkan dari aktivitas menulis. Berikutnya, kita akan membahas beberapa di antaranya.
Menulis Dapat Meningkatkan Pemahaman
Aktivitas menulis bakal menyempurnakan kegiatan membaca atau mendengarkan. Sebuah artikel yang ditayangkan The Harvard Gazette mengemukakan bahwa menuliskan ide akan memaksa otak mengolah kembali informasi yang masuk sehingga akan meningkatkan pemahaman terhadap informasi tersebut.
Menulis Akan Mendorong Pikiran Kritis
Hasil peneitian Quitadamo & Kurtz (2007) mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan analisis yang signifikan pada siswa yang menulis dibandingkan siswa yang hanya menjawab kuis. Penelitian itu dilakukan dengan membandingkan sejumlah siswa yang melakukan latihan menulis dengan sejumlah siswa lainnya yang hanya menjawab kuis.
Cara Mempraktikkan Aktivitas Menulis
Setelah memahami banyaknya manfaat menulis, termasuk pengaruh positifnya terhadap daya ingat, mestinya dorongan untuk menulis kian kuat. Lantas, bagaimana cara mempraktikkannya?
Ada banyak cara mengaplikasikan aktivitas menulis untuk mendapatkan berbagai manfaatnya, dan kita bisa mencoba beberapa di antaranya seperti:
- Seusai membaca, segera menulis ringkasannya dengan menggunakan bahasa kita sendiri,
- Menggunakan teknik active recall, yaitu menutup buku yang baru selesai kita baca, lalu mencoba menuliskan kembali poin-poin penting yang kita pahami dari bacaan itu,
- Membuat jurnal belajar dengan cara mencatat materi-materi yang sudah kita pahami dan bagian-bagian yang masih membingungkan untuk kita tanyakan kepada pihak yang kompeten.
Jadi, tidak ada salahnya kita menyiapkan kertas kosong dan pena atau pengolah kata di komputer saat kita belajar tentang sesuatu hal. Dengan cara sederhana ini, kita berpeluang lebih besar memahami dan menyimpan pengetahuan dalam otak kita lebih lama.
Kita tentu masih mengingat bahwa aktivitas menulis bisa kita pakai untuk melatih fokus dan mendorong pikiran kritis kita. Itulah beberapa manfaat menulis selain, tentu saja, untuk memperkuat daya ingat.