Cara Menulis Bebas, Ada yang Mengetik dengan Mata Tertutup

Cara menulis bebas dianut oleh banyak penulis. Banyak teknik untuk menjalankan teori ini, mulai cara yang umum hingga yang aneh-aneh.

Secara umum, teknik ini mengajarkan seseorang untuk menuliskan apa saja yang terlintas dalam pikirannya. Menulis dengan cepat tanpa terlalu memikirkan aturan-aturan tentang menulis.

Teknik menulis bebas pun sudah banyak dibahas. Kita dapat menemukannya dengan gampang melalui mesin pencari. Jadi, cara menulis ini bukan sesuatu yang baru lagi.

Namun, penerapan teknik ini tidaklah mudah. Setidaknya bagi diri saya sendiri yang telah berusaha mempraktikkan sistem menulis cepat sekian lama.

Saya masih kerap mengalami kesulitan menjalankan langkah-langkah yang diajarkan oleh para “guru” menulis yang saya ikuti. Saya pernah menceritakan kesulitan-kesulitan yang saya alami dalam beberapa tulisan seperti artikel tentang hambatan menulis dan keinginan untuk segera mengedit tulisan.

Cukup banyak hambatan yang menghadang di hadapan saya ketika berupaya produktif berkarya dengan teknik menulis bebas. Gangguan bisa datang dari sekitar saya seperti gawai dengan pelbagai program yang menarik hati.

Di antara hambatan-hambatan yang menghampiri saya, faktor editor dalam diri saya menjadi penghalang yang paling sulit disingkirkan. Adakalanya, belum usai saya menuliskan kalimat pertama, sang editor telah hadir dengan “hasutan-hasutan”-nya.

Sepertinya hambatan-hambatan semacam itu tidak saya rasakan sendirian. Buktinya, banyak tulisan yang membahas tema ini, menunjukkan banyak orang lain juga mengalaminya.

Maka, orang-orang pun seperti berlomba-lomba mencari jalan keluar dari persoalan ini. Berbagai formula dimunculkan agar para penulis lebih gampang menyingkirkan gangguan-gangguan dan bisa fokus menghasilkan tulisan.

Cara Menulis yang Aneh

Saya sangat terkesan dengan sebuah artikel yang membahas topik cara menjadi penulis yang lebih produktif dan lebih baik. Ada ulasan yang membikin saya terperanjat dan hampir tidak percaya.

Dalam artikel ini, sang penulis membeberkan beberapa teknik yang telah dilakukan oleh beberapa penulis dalam menyiasati kesulitan yang mereka hadapi terkait hal ini.

Di antara teknik-teknik yang diungkapkan dalam tulisan itu, terdapat satu cara yang membuat saya geleng-geleng kepala. Saya nyaris tidak memercayai ada orang yang melakukan cara ini untuk menerabas hambatan menulis bebas yang menghadangnya.

Kent Haruf adalah nama orang yang disebutkan dalam artikel itu. Ia berprofesi  sebagai seorang penulis novel. Apa yang dilakukan oleh penulis Plainsong yang menghasilkan banyak penghargaan itu?

Penulis asal Amerika itu menutup kedua matanya dengan sehelai kain wol saat menuangkan isi pikirannya melalui mesin tik. Ia mengetik dengan mata tertutup. Sebuah upaya yang tak terduga, bukan?

Mengapa ia sampai pada kesimpulan bahwa cara yang dilakukannya akan memberikan hasil yang sesuai dengan yang diharapkannya? Menurut penulis artikel, setidaknya terdapat dua manfaat dari cara menulis dengan mata tertutup seperti yang dilakukan Haruf.

  1. Menulis tanpa melihat apa yang telah ditulis tidak memungkinkan untuk merevisi kata-kata atau kalimat yang telah ditulis. Dengan mengabaikan urusan-urusan semacam tata bahasa dan pemilihan kata, proses menulis bisa berjalan lebih cepat.
  2. Menulis dengan mata tertutup bisa membikin penulisnya membayangkan “jalan cerita” yang dipaparkannya dengan lebih jelas.

2 Teknik Menulis Bebas yang Bisa Diterapkan

Sejauh ini saya belum tertarik dengan cara yang dilakukan oleh Haruf. Teknik itu masih terlalu ganjil untuk saya jalankan.

Namun, meskipun saya belum berminat mengikuti cara aneh ini, saya melihat alasan-alasan yang cukup masuk akal.

Saya sering merasakan sulitnya mengekang keinginan sisi editor dalam diri saya untuk segera mengedit konsep yang sedang saya kerjakan.  Saya mengatasi masalah ini dengan cara-cara yang konvensional saja.

  1. Cara pertama dengan menetapkan target menulis 1.000 kata dalam sehari dan berusaha mencapainya saban hari. Cara ini terbukti cukup berhasil menahan hasrat hati untuk segera merevisi tulisan saat sedang dalam pengerjaan.
  2. Sedangkan cara yang kedua, dengan mengikuti tindakan yang dilakukan beberapa penulis lainnya. Misalnya sesuai tips yang diajarkan oleh Mark Levy dengan menulis cepat atau cara Hernowo dengan membebaskan diri ketika sedang menulis.

Mark Levy dan Hernowo menjadi “salah dua” rujukan saya dalam menerapkan teori yang secara umum bisa disebut sebagai teknik menulis bebas. Masing-masing orang bisa memberi sebutan yang berbeda untuk teori yang secara umum serupa.

Beberapa cara yang diajarkan kedua penulis itu telah saya jalankan. Di antara cara-cara yang saya lakukan, sebagian memberikan hasil yang baik.

Hasil baik yang saya maksudkan di sini berwujud lebih banyaknya tulisan-tulisan yang telah saya hasilkan. Sebagian tulisan telah saya tayangkan dan sebagian lainnya masih tersimpan sebagai konsep.

Hasil yang saya petik bukan dalam wujud tulisan saja. Ternyata teknik ini juga memengaruhi batin saya saat dalam proses menulis.

Sebelum mengenal teori mengarang bebas, saya hampir selalu merasa tertekan oleh hambatan menulis yang biasa disebut writer’s block. Namun kini saya bisa sedikit membebaskan diri (meminjam istilah yang dikemukakan oleh Hernowo dan saya temukan dalam buku “Main-Main dengan Teks”).

Memang belum sepenuhnya keluar dari persoalan ini, tetapi saya tidak lagi mengalami kemacetan total.

Produktivitas Menulis Meningkat

Dibandingkan dengan periode sebelumnya, kini saya telah menghasilkan lebih banyak tulisan.

Memang belum semua artikel memiliki pola seperti yang saya inginkan. Beberapa tulisan yang saya hasilkan dengan cara ini belum tuntas karena saya memang belum memolesnya seusai mengarang bebas.

Untuk sementara waktu, saya masih berkutat dan fokus dengan urusan kuantitas. Target yang saya canangkan hingga kini masih lebih ke arah menghasilkan sekian banyak kata, bukan sekian banyak tulisan yang patut menjadi headline sebuah penerbitan misalnya.

Hingga beberapa waktu ke depan, sepertinya saya masih akan setia menjalankan cara menulis bebas ini. Apakah Anda tertarik untuk menjalankannya?

Leave a Reply