Menulis setiap hari akan membawa pengaruh positif bagi seorang (calon) penulis. Ada banyak manfaat yang bisa dipetik dari aktivitas ini.
Memang, tidak semua orang sependapat dengan ungkapan itu. Pelbagai alasan dikemukakan oleh orang-orang yang menginginkan kegiatan menulis dilakukan seperlunya saja.
Silakan baca artikel yang mengupas tentang satu jenis hambatan menulis.
Namun, menulis setiap hari tetap akan berdampak bagus. Setidaknya, aktivitas menulis akan melekat dalam dirinya.
Setelah habit itu melekat dalam keseharian kita, selanjutnya (diharapkan) kegiatan menulis tidak lagi menjadi beban. Bahkan, menulis bisa menjelma sebagai kesenangan atau menjadi suatu bentuk rekreasi.
Manfaat Menulis Setiap Hari
Sebuah artikel di situs Zen Habits mengemukakan banyaknya manfaat yang bisa diperoleh dari kebiasaan menulis secara rutin. Berbagai manfaat menulis secara rutin mencakup banyak hal, seperti tumbuhnya sikap empati dan berkembangnya jaringan atau relasi.
Di antara sekian banyak faedah menulis secara rutin, terdapat dua manfaat yang berkaitan langsung dengan pengembangan diri seorang (calon) penulis. Berikut ini kedua manfaat dimaksud.
1. Meningkatkan Kemampuan Menulis
Secara tidak sadar, seseorang yang memiliki kebiasaan melakukan suatu aktivitas secara rutin, maka ia akan makin lancar melakukannya. Ada istilah learning by doing, atau mempelajari suatu hal dengan langsung menjalankannya.
Hal serupa terjadi pada aktivitas menulis. Menulis adalah belajar menulis. Atau dengan kata lain, belajar menulis bisa dilakukan dengan praktik menulis.
Silakan baca tulisan mengenai sulitnya mencatat ide.
2. Mendatangkan Ide-Ide Baru
Aktivitas menulis membutuhkan ide. Sebenarnya, ide bertebaran di mana-mana, tetapi seringkali tak tertangkap oleh indera kita.
Jika kita rutin menulis, maka kita akan dipaksa mencari ide-ide untuk kita kembangkan sebagai tulisan. Ketika tidak menemukan ide dari suatu tempat, kita akan mencari ide ke tampat-tempat lainnya. Dengan demikian, keterampilan kita mencari dan menangkap ide melalui pelbagai media kian terasah.
Cara Membiasakan Diri Menulis Setiap Hari
Namun, masalahnya, memulai suatu kebiasaan (yang tidak menyenangkan) tidak akan gampang dilakukan. Pelbagai alasan, kadang-kadang sengaja dimunculkan, akan menjadi penghambat.
Untuk mengatasi persoalan semacam itu, seseorang yang berkeinginan untuk memulai kebiasaan baru mesti memiliki alasan yang kuat. Sama halnya dengan seorang (yang baru mulai menjadi) penulis.
Nah, berdasarkan pengalaman saya (yang terpaksa harus) menulis setiap hari, ada 3 hal yang bisa membantu mewujudkan kebiasaan menulis setiap hari.
1. Meyakini Manfaatnya
Faktor pertama ini merupakan modal awal untuk menjalankan faktor-faktor lainnya. Ketika seseorang memiliki keyakinan akan suatu hal, ia akan bersungguh-sungguh mengerjakannya.
Oleh karena itu, seorang penulis harus meyakini adanya manfaat menulis setiap hari atau menulis secara rutin untuk menunjang kelancaran aktivitas kepenulisannya. Setelah yakin akan manfaat rutin menulis, ia akan beranjak ke dua faktor berikutnya.
2. Menyediakan Waktu yang Cukup
Orang yang tidak meyakini pentingnya menulis secara rutin, tak akan bersemangat meluangkan waktu untuk mengerjakannya. Sebaliknya, ketika seseorang memiliki keyakinan bahwa rutin menulis bermanfaat bagi dirinya, ia akan mengalokasikan waktu yang dimilikinya untuk menjalankan aktivitas ini.
Menulis setiap hari sebaiknya dilakukan karena memang kita telah menyediakan waktu untuk melakukannya. Dengan tersedianya alokasi waktu khusus untuk menulis, seseorang tidak akan dengan gampang mengalihkannya untuk kegiatan lainnya.
Silakan baca ulasan tentang kesempurnaan yang menjelma sebagai musuh para penulis.
3. Menjauhi Sikap Perfeksionis
Perfeksionis merupakan musuh bebuyutan orang yang baru mulai menjalani profesi sebagai penulis. Sikap ini akan selalu mencegah orang yang dijangkitinya untuk menyelesaikan urusannya. Bahkan, adakalanya, sikap yang satu ini sudah beraksi sejak orang melontarkan niat dalam hati.
Sikap perfeksionis bisa timbul dengan berbagai alasan. Takut dinilai orang dan ingin terlihat sebagai orang yang sangat mengesankan adalah beberapa contoh alasan seseorang terjangkit perfeksionis.
Setelah memahami penyebab-penyebabnya, tentu saja langkah selanjutnya adalah meminimalisir atau menghilangkannya. Ketakutan-ketakutan itu tidak akan muncul bila kita tidak berpikir untuk mempublikasikan tulisan-tulisan yang akan kita buat.
Menulis untuk diri sendiri bisa menjadi solusi untuk mengatasi ketakutan-katakutan yang menyebabkan munculnya sikap perfeksionis. Dengan istilah lain, kegiatan ini acap disebut membuat tulisan pribadi.
Nah, kebiasaan menulis secara rutin bisa mendatangkan banyak manfaat bagi kita. Untuk menikmati manfaat-manfaat itu, kita bisa mulai membangun kebiasaan menulis setiap hari.