Beruntungnya Orang yang Bergegas

Proaktif adalah sikap yang bakal mendatangkan keuntungan. Abraham Lincoln, mantan presiden Amerika Serikat, pernah mengatakan keuntungan yang didapat orang yang bergegas.

“Banyak hal akan datang kepada mereka yang menunggu, tetapi hanya hal-hal yang ditinggalkan oleh mereka yang bergegas.”

Silakan baca tulisan tentang orang bodoh menjadi penulis.

Benar sekali apa yang dikatakan oleh Lincoln. Memang benar kita bakal kebagian banyak meskipun menunggu saja. Namun, jika kita berorientasi pada kualitas, kita mesti berpikir ulang jika cukup gembira dengan menunggu saja.

Keuntungan Orang yang Proaktif

Orang proaktif adalah orang yang bergegas menjemput. Karena bergegas, ia bisa memilih apa yang diinginkannya di antara banyak hal yang tersedia. Usai itu, ia bisa membiarkan sisanya mendatangi orang lain yang menunggunya.

Keuntungan yang bakal diperoleh orang yang proaktif bisa sangat berbeda dengan orang yang pasrah menunggu saja. Jelas sekali, orang yang gemar menunggu bakalan dapat sisa. Barang-barang atau apa pun yang berkualitas akan ditangkap orang mendatanginya lebih dulu.

Maka, output yang dihasilkan orang yang hanya menunggu tak akan lebih baik dibandingkan si proaktif. Meskipun tidak selamanya terjadi demikian, tetapi probabilitasnya ada.

Silakan baca juga artikel yang membahas cara menghadapi hinaan orang ala Crying Wind.

Memang banyak hal lain yang akan memengaruhi hasil kerja seseorang. Dan, jangan lupa, salah satu faktor yang bisa mendorong keberhasilan sebuah karya adalah input yang memadai dan berkualitas.

Dengan asumsi proses kerja yang dilakukan sama, bisa dipastikan orang yang bermodal input lebih baik akan menuai hasil lebih baik pula.

Maka, jangan sepelekan input. Jangan hanya menunggunya, melainkan jemput segera.

Bagaimana cara menjemput input agar dapat memilih yang berkualitas?

 

Orang Proaktif Adalah Orang yang Bergegas Mengumpulkan Bahan Mentah

Ada banyak cara menjemput bahan mentah yang tersedia melimpah.

Pertama, pengetahuan dasar yang dimiliki seseorang akan sangat membantu upayanya mendapatkan bahan baku berkualitas. Dengan pengetahuan itu, seseorang bisa aktif mencari informasi.

Butuh buku-buku pengembangan diri? Silakan kunjungi tautan afiliasi ini.

Seperti kita ketahui, dunia maya menyediakan data dan informasi yang nyaris tak ada batasnya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan dan kecakapan untuk memilah-milah informasi hingga mendapatkan yang berkualitas.

Mencari informasi di rimba internet bakal amat sulit jika dilakukan apa adanya. kemampuan menyaring informasi akan mendatangkan keuntungan besar bagi pemiliknya.

Silakan baca juga tulisan mengenai penulis tak harus menjadi penyelamat dunia.

Kedua, kemauan untuk menelusuri rimba informasi akan mendekatkan seseorang pada apa yang dibutuhkannya.

Memang, dengan berdiam diri pun pelbagai informasi akan menghampiri. Sekarang memang eranya banjir informasi, sehingga tanpa dicari juga informasi akan datang sendiri.

Namun demikian, informasi-informasi yang menghampiri kita tak selalu sesuai dengan kebutuhan. Meskipun robot-robot internet mampu menyimpan memori tentang kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan seseorang di dunia maya, kita tidak selalu menginginkan informasi yang biasa kita konsumsi. Dalam kondisi demikian, informasi-informasi yang kita temui tidak akan membantu memenuhi kebutuhan kita.

Seandainya informasi yang datang memang sesuai kebutuhan, mungkin informasi itu telah kadaluarsa. Dalam kondisi tertentu, faktor kekinian (up to date) menjadi unsur amat penting yang tak dapat kita abaikan.

Sudah jelas bahwa proaktif adalah sikap yang bisa menghadirkan potensi keuntungan.

 

Leave a Comment