ilustrasi memancing ikan
Menulis artikel merupakan kegiatan yang menggairahkan semacam orang yang suka memancing ikan. Nggak percaya?
Menulis artikel, apa sih menariknya? Jika pertanyaan ini diajukan kepada seseorang yang tak memiliki minat menulis, ia hanya akan menaikkan sedikit bahunya.
Namun kegiatan ini sering bikin orang yang suka melakukannya lupa waktu. Kondisi lupa waktu biasanya juga diiringi oleh lupa makan, lupa mandi, dan lupa-lupa yang lain. Waduh, bisa berbahaya, nih!
“Masa sih, menulis bisa bikin lupa waktu?” Ini tentu pertanyaan yang meluncur dari bibir seseorang yang tidak menyukai kegiatan merangkai kata menjadi berbagai bentuk tulisan.
Seandainya si penanya gemar memancing, kita bisa mengajukan pertanyaan serupa kepadanya, “Emang apa enaknya seharian mancing?”
Duduk di hadapan laptop bagi seorang penulis, atau setidaknya seseorang yang suka menulis, bisa menjadi momen yang sangat menggairahkan. Jika sekian lama tidak menyentuh papan ketik (keyboard), mungkin ia akan se-blingsatan seorang gamer yang setengah hari tak menyentuh gawainya.
Apalagi bila banyak ide berseliweran memutari kepala. Kadang-kadang sampai bingung. Pada satu sisi ingin terus merangkai kalimat, sementara pada sisi yang lain pantat sudah kepanasan akibat kelamaan duduk.
Silakan baca bahasan tentang ketakutan yang bisa menjelma sebagai penghambat menulis.
Meskipun tak seheboh ilustrasi di atas, acap kali saya merasakan kondisi yang mirip dengannya. Laptop dalam hidup saya hampir serupa bantal yang nyaris tak pernah absen membantu saya tidur nyenyak.
Mata memang bisa terpejam sekalipun tak tersedia bantal untuk menopang kepala. Namun rasa tidurnya tak akan senyaman tidur yang berbantal. Bahkan mungkin pagi-pagi harus mencari-cari orang yang bisa mengembalikan posisi urat di leher yang bergeser ke tempat-tempat yang tidak semestinya.
Pernah melihat seorang pemancing yang sudah menyaksikan seekor ikan besar menggelepar-gelepar setelah menggigit kailnya? Tentunya ia sangat antusias menyambut kehadiran sang ikan yang bakal segera menghuni keranjang anyaman bambu kosong yang tergeletak di sampingnya.
Namun ketika si pemancing menarik joran, mendadak ia merasakan tarikannya lancar tanpa hambatan. Penyebabnya adalah si ikan bisa melepaskan dirinya dari jeratan mata kail yang menembus bibirnya.
Kira-kira seperti apa perasaan si pemancing mendapati kenyataan pahit ini?
Saya tak tahu persis bagaimana perasaan si pemancing karena saya tak pernah berada pada posisi serupa.
Namun saya meyakini sebuah keadaan yang mirip dengan yang dirasakan si pemancing acap saya rasakan. Perasaan itu terjadi tatkala saya sedang merasakan tingginya gairah menulis, mendadak ide yang sebelumnya berkelebatan hilang entah ke mana.
Si pemancing tentu saja akan tetap melanjutkan perburuannya. Ia akan terus melontarkan senar pancingnya, berharap ikan-ikan besar yang lain menghampiri umpan yang dipasangnya.
Lalu, ketika masanya tiba, seekor atau dua ekor di antara ikan-ikan itu bernasib sial mencaplok umpan yang dipasangnya pada ujung mata kail.
Tentu saja, sang pemancing segera bersiap diri meluapkan kegembiraannya.
Begitulah “candu” kegiatan memancing mengundang seorang pemancing untuk selalu ingin mengulangnya.
Demikian pula seorang penulis, atau seseorang yang suka menulis. Kehilangan “seekor ikan besar” yang telah siap ditorehkan pada papan tik tidak berarti dunia telah kiamat baginya.
Ia akan terus memasang lebar-lebar matanya, menjereng kupingnya, membuka pikirannya dan mengasah perasaannya untuk mengejar dan menangkap ide-ide yang bisa berada di mana saja dan kapan saja.
Baca juga tulisan mengenai pentingnya selalu siaga mencatat ide yang tiba-tiba muncul di kepala.
Apakah dalam diri Anda terdapat perasaan serupa dengan si pemancing yang kehilangan ikan besarnya? Atau jangan-jangan, Anda malah tak bisa tidur jika sehari tidak memencet-mencet tuts papan tik pada laptop atau perangkat mengetik Anda lainnya.
Ketika menulis telah menjadi renjana (passion) bagi seseorang, maka ia akan merindukannya tatkala keadaan tak memungkinkan dirinya melakukannya.
Memang, bagi seorang penulis, menulis artikel merupakan aktivitas yang amat menggairahkan.
Sebenarnya, banyak orang sudah punya bahan yang komplit untuk membuat modul. Mereka memiliki materi lengkap,…
Orang pintar bangkrut dan orang biasa bisa kaya mestinya tidak menjadi hal yang terlalu mengherankan.…
Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi. Namun, mengapa begitu banyak orang merasa kesulitan menerimanya? Pernahkah…
Semakin banyak belajar menulis, Anda menjadi tidak percaya diri. Sungguh aneh memang. Itulah salah satu…
Merasa tulisan sendiri tidak bagus? Banyak penulis mengalami keraguan dalam menulis. Artikel ini membahas mengapa…
Apakah kamu pernah merasa pikiran penuh, kuping bising, dan kepala puyeng? Lalu, setelah membaca beberapa…
This website uses cookies.