Resensi

Mengapa Kita Sulit Beradaptasi dengan Perubahan?

Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi. Namun, mengapa begitu banyak orang merasa kesulitan menerimanya?

Pernahkah Anda merasa berat meninggalkan kebiasaan lama meskipun sebenarnya Anda tahu ada cara yang lebih baik? Atau Anda terus menunda untuk mencoba sesuatu yang baru karena merasa waktunya belum tiba?

Saya yakin banyak orang mengalami hal serupa. Begitu pun dengan diri saya.

Who Moved My Cheese?, buku karya Spencer Johnson menjelaskan fenomena seperti ini secara sederhana melalui sebuah cerita.

Ada empat tokoh yang mencari keju di sebuah labirin menjadi sentral cerita di buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1998 ini. Keempat tokoh itu digunakan untuk menggambarkan cara-cara manusia menghadapi perubahan dalam kehidupan nyata.

Mengapa Orang Cenderung Sulit Menerima Perubahan?

Selama ini kita mungkin mengira bahwa kita takut menghadapi perubahan. Padahal, sebenarnya kita tidak mengkhawatirkan adanya perubahan. Kita hanya takut kehilangan sesuatu yang telah kita miliki sekian lama.

Kita takut kehilangan rasa aman, cemas kehilangan rutinitas, kehilangan penghasilan, atau kehilangan status yang kita sandang.

Kondisi was-was itu sangat mempengaruhi pandangan kita terhadap perubahan. Kita memilih bertahan meskipun menyadari bahwa pilihan itu membuat kita sulit berkembang.

Otak Lebih Menyukai Hal yang Sudah Dikenal

Secara alami, manusia cenderung menyukai sesuatu yang sudah familiar. Kegiatan yang telah kita jalankan secara rutin membuat kita merasa aman. Hal itu terjadi karena otak kita tidak perlu bekerja keras seperti ketika melakukan hal-hal baru.

Namun, dunia tidak diam, teknologi berkembang pesat, dan cara kita bekerja juga berubah.

Bila kita tetap mempertahankan cara-cara lama, kita akan menghadapi masalah. Salah satu bentuk masalah yang akan timbul adalah melebarnya jarak antara kenyataan dan harapan.

Kondisi semacam itu menjadikan perubahan terasa menyakitkan. Kita harus memberikan effort lebih besar untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Pelajaran Berharga dari Who Moved My Cheese?

erkait perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita, buku Who Moved My Cheese? memberikan pelajaran sederhana dan relatif mudah diterapkan. Pelajaran yang mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman itu menjadi salah satu alasan buku ini tetap relevan dengan keadaan sekarang.

Keempat tokoh dalam buku ini memiliki cara masing-masing ketika menghadapi perubahan.

Mari kita bedah cara mereka menangani perubahan.

Sniff

Sniff selalu memperhatikan setiap perubahan kecil yang terjadi di sekitarnya. Kewaspadaannya membuat dirinya cepat menyadari adanya tanda-tanda perubahan. Ia pun tidak membiarkan perubahan terjadi begitu saja hingga keadaan menjadi buruk.

Belajar dari Sniff, kepekaan terhadap perubahan bisa mendorong kita lebih cepat bertindak dan tidak terlambat bereaksi ketika perubahan telah menimbulkan kesulitan yang lebih besar.

Scurry

Scurry tidak ingin menghabiskan waktunya hanya untuk menyalahkan keadaan. Sesaat setalah menyadari kejunya hilang, ia segera bergerak mencari keju yang lain.

Secara tidak langsung, Scurry mengajari kita pentingnya tindakan ketimbang terus memikirkan keadaan yang kian buruk.

Hem

Sosok Hem menjadi contoh karakter yang sangat sulit menerima perubahan.

Ketika menyadari adanya perubahan, ia marah, lalu menyalahkan keadaan, dan terus berharap kondisi kembali seperti semula.

Biasanya, orang-orang seperti Hem mendapat kesulitan besar karena terlalu erat “mendekap” rasa nyaman yang telah sekian lama mereka rasakan.

Haw

Awalnya Haw takut menghadapi perubahan. Bedanya dengan Hem, ia memberanikan diri mencoba melangkah.

Semakin jauh berjalan, ia kian menyadari adanya hal lain yang mengiringi perubahan. Akhirnya ia “berkawan” dengan perubahan yang selama ini ditakutinya karena perubahan itu telah membuka peluang baru bagi dirinya untuk berkembang.

Mengapa Kita Terlalu Lama Bertahan?

Banyak orang tidak berubah masih terus berharap keadaan bakal kembali ke kondisi semula. Mereka menunggu bisnis kembali ramai, menunggu keadaan ekonomi membaik, atau menunggu orang lain berubah lebih dulu.

Padahal waktu terus berjalan dan mustahil kembali ke belakang. Sementara itu, kita masih tetap berdiri di tempat yang sama.

Cara Lebih Mudah Beradaptasi dengan Perubahan

Sebetulnya tidak ada cara instan yang membuat perubahan terasa nyaman.

Namun demikian, ada beberapa langkah yang mungkin bisa membantu meringankan rasa tidak nyaman yang mengiringi perubahan.

1. Menerima perubahan sebagai bagian dari kehidupan

Semakin cepat kita menerima kenyataan mengenai perubahan yang memang harus terjadi, semakin cepat pula kita bisa mengambil keputusan.

2. Tidak terpaku pada kondisi masa lalu

Kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu hanya bisa menjadi pelajaran. Tidak mungkin kita kembali ke masa itu.

3. Mulailah dari langkah kecil

Perubahan tidak harus terjadi dalam skala besar. Kita perlu mengantisipasi akan terjadinya perubahan dengan mempelajari keterampilan baru, membaca buku, atau mencoba kebiasaan baru.

Berbagai langkah kecil semacam itu bisa menjadi awal bagi sebuah perubahan besar.

4. Fokus pada peluang

Kita sering terlalu lama menatap sebuah pintu yang tertutup. Hal itu membuat kita tidak menyadari adanya pintu lain yang terbuka.

Apakah Who Moved My Cheese? Masih Layak Dibaca?

Buku ini tidak menyajikan teori psikologi yang rumit. Buku ini hanya menampilkan cerita sederhana, tetapi penuh makna.

Dalam waktu kurang dari dua jam kita bisa menuntaskan membaca buku ini. Lalu, kita bisa berharap memperoleh sudut pandang baru tentang perubahan.

liliek purwanto

Recent Posts

Modul yang Baik Bukan Sekadar Kumpulan Materi

Sebenarnya, banyak orang sudah punya bahan yang komplit untuk membuat modul. Mereka memiliki materi lengkap,…

1 week ago

Mengapa Orang Pintar Bisa Bangkrut dan Orang Biasa Bisa Kaya?

Orang pintar bangkrut dan orang biasa bisa kaya mestinya tidak menjadi hal yang terlalu mengherankan.…

1 month ago

Makin Banyak Belajar Menulis Makin Tidak Percaya Diri?

Semakin banyak belajar menulis, Anda menjadi tidak percaya diri. Sungguh aneh memang. Itulah salah satu…

3 months ago

Kenapa Tulisan Saya Tidak Bagus? Begini Cara Memahami Keraguan dalam Menulis

Merasa tulisan sendiri tidak bagus? Banyak penulis mengalami keraguan dalam menulis. Artikel ini membahas mengapa…

4 months ago

Membaca Buku Membuat Hati Tenang. Benarkah?

Apakah kamu pernah merasa pikiran penuh, kuping bising, dan kepala puyeng? Lalu, setelah membaca beberapa…

6 months ago

Mengapa Scroll Sosmed Lebih Asyik Ketimbang Membaca Buku?

Scroll sosmed yang kamu rencanakan sebentar saja ternyata sudah 30 menit tanpa kamu sadari. Kamu…

7 months ago

This website uses cookies.