Inspirasi

Membaca Buku Membuat Hati Tenang. Benarkah?

Apakah kamu pernah merasa pikiran penuh, kuping bising, dan kepala puyeng? Lalu, setelah membaca beberapa halaman buku, pikiranmu terasa lebih ringan?

Memang membaca buku tidak langsung membuatmu bahagia. Masalah yang sedang kamu hadapi juga tidak langsung terselesaikan.

Namun, selepas membaca, muncul perasaan tenang. Ternyata, kondisi semacam itu bukan kebetulan semata.

Lantas, gejala apa itu?

Manfaat Membaca Buku

Seperti telah kita ketahui, banyak sekali manfaat yang bisa kita petik dari kegiatan membaca buku. Berikut ini beberapa di antaranya.

Membaca Buku Memaksa Kita Berhenti Sejenak

Dalam kehidupan sehari-hari, hampir tidak pernah kita benar-benar berhenti tanpa melakukan kegiatan sama sekali. Apalagi, di zaman digital yang serba instan ini, sebentar-sebentar datang notifikasi, masuk pesan, dan hampir selalu ada hal yang harus dikejar.

Kondisi itu membuat pikiran kita terus bergerak. Bahkan, ketika tubuh kita terdiam, pikiran tetap bekerja.

Aktivitas membaca buku bisa membuat perbedaan. Saat membaca, biasanya kita dipaksa duduk, fokus, dan mengikuti alur bacaan.

Tanpa kita sadari, kita telah memberi kesempatan melambatkan diri bagi pikiran kita. Acap kali, kita merasakan ketenangan “hanya” karena kita berhenti sebentar seperti ketika kita sedang membaca buku.

Membaca Buku Mengalihkan Pikiran dari Kecemasan

Ketika kita merasa cemas, pikiran kita biasanya berputar pada hal-hal seperti kekhawatiran, kemungkinan buruk, dan overthinking.

Kegiatan membaca akan membantu memutus siklus itu. Ketika kita masuk ke dalam cerita atau ide dalam buku, perhatian kita berpindah ke dalam cerita. Memang aktivitas ini tidak akan menghilangkan masalah yang sedang kita hadapi, tetapi setidaknya akan memberi jarak dengan masalah tersebut.

Tak heran jika aktivitas membaca acap disebut sebagai bentuk pelarian yang sehat.

Membaca Memberi Kesempatan Kita Memiliki Kendali

Kita akan selalu menemukan ketidakpastian dalam hidup. Misalnya berkaitan dengan pekerjaan, hubungan sosial, dan masa depan.

Kondisi semacam ini sering membuat kita gelisah karena kita tidak bisa mengendalikannya.

Namun, saat membaca buku, kita berada dalam suatu ruang yang berbeda. Kita bisa bahan bacaan, menentukan kapan akan mulai membaca, dan kita bisa berhenti membaca kapan saja.

Meskipun terlihat ringan, kita tetap akan merasa punya kemampuan mengendalikan kegiatan kita. Sekecil apa pun, perasaan memiliki kendali bisa membantu menenangkan pikiran.

Membaca Membantu Kita Masuk ke “Ruang Sunyi”

Dunia yang kita diami saat ini penuh distraksi. Di dunia yang penuh distraksi, kesunyian akan menjelma sebagai barang langka. Dan, kita tahu, kesunyian sering identik dengan ketenangan.

Membaca akan menciptakan ruang sunyi. Bagusnya, meskipun sunyi, membaca bukan suatu kegiatan yang kosong, tetapi akan mendatangkan manfaat karena berisi kata-kata, memberi ruang untuk berpikir, dan tidak bising oleh hal-hal lain dari luar.

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh Mental Health Foundation menemukan kesimpulan menarik.

Menurut artikel tersebut, aktivitas-aktivitas yang mendorong kita fokus dan hadir di satu momen dapat membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan kesejahteraan mental.

Membaca adalah salah satu contoh aktivitas semacam itu. Jadi, tanpa sadar, membaca membawa kita ke kondisi yang mirip dengan mindfulness.

Membaca Mendorong Kita Memahami Sesuatu

Ada perbedaan signifikan antara kegiatan scrolling media sosial dan membaca buku. Di media sosial, kita terbiasa bereaksi cepat, menilai sesuatu dengan cepat, dan berpindah-pindah topik secara cepat.

Sebaliknya, membaca buku mengajak kita memahami bacaan secara perlahan, mengikuti alur, dan merenungkan isinya. Proses ini membuat pikiran kita lebih stabil, tidak reaktif, dan tidak tergesa-gesa.

Dengan begitu, ketenangan mulai terbentuk.

Membaca Buku Meninggalkan Dampak Jangka Panjang

Berbeda dengan hiburan yang instan, membaca tidak langsung menghilangkan stres yang kita rasakan. Namun demikian, kegiatan membaca akan memberikan efek yang lebih mendalam seperti pikiran menjadi lebih teratur, emosi lebih stabil, dan kemampuan fokus meningkat.

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh Reading Rockets mengemukakan tentang salah satu manfaat membaca. Artikel tersebut antara lain menyatakan bahwa membaca melibatkan berbagai proses kognitif seperti pemahaman, memori, dan integrasi ide—yang semuanya membantu kita berpikir lebih terstruktur.

Kita tentu telah memahami bahwa pikiran yang lebih terstruktur akan cenderung menghasilkan tenang.

Cara Membaca Buku untuk Menenangkan Pikiran

Untuk mendapatkan manfaat membaca buku bagi ketenangan pikiran, kita tidak perlu mengambil langkah-langkah yang rumit. Kegiatan-kegiatan sederhana bisa mendorong munculnya ketenangan pikiran.

Mulai dengan Bacaan Ringan

Kita bisa mulai membaca dengan memilih bacaan-bacaan ringan. Jenis bacaan semacam novel santai atau buku dengan bahasa yang mudah dipahami dapat mendorong munculnya perasaan santai dan tenang.

Jadi, kita tidak perlu langsung membaca buku-buku berat atau buku-buku berisi teori yang njelimet.

Dalam hal ini, tujuan kita bukan untuk terlihat “pintar”, tetapi untuk membuat otak merasa nyaman dengan aktivitas membaca.

Membaca Tanpa Target Muluk-Muluk

Banyak orang gagal menikmati aktivitas membaca karena terlalu fokus pada target yang terasa berat, misalnya menyelesaikan satu buku dalam waktu tertentu. Sebenarnya, membaca beberapa halaman saja sudah cukup untuk memberi efek menenangkan. Ketika tidak ada tekanan target, kita telah memberi ruang untuk menikmati proses membaca tersebut.

Mencari Waktu yang Tenang untuk Membaca

Waktu membaca dapat berpengaruh besar terhadap pengalaman yang kita rasakan. Kita bisa mencoba membaca saat suasana tenang, seperti sebelum tidur atau pagi hari sebelum memulai aktivitas.

Pada momen-momen seperti ini, biasanya lebih sedikit gangguan sehingga pikiran kita lebih siap untuk fokus membaca. Hasilnya, kita bisa merasakan kenyamanan membaca sehingga aktivitas ini akan benar-benar membantu menenangkan pikiran.

Menghindari Multitasking Saat Membaca

Pikiran kita akan terpecah bila kita membaca sambil membuka media sosial atau membalas chat. Alih-alih tenang, kita justru akan merasa lebih lelah karena terus-menerus berpindah-pindah fokus.

Kita bisa mencoba benar-benar hadir saat membaca, meskipun beberapa menit saja. Dengan fokus secara penuh, kita bisa merasakan manfaat membaca secara maksimal.

Menikmati Kegiatan Membaca

Membaca seharusnya menjadi kesempatan kita beristirahat, bukan menjadi tugas tambahan yang membebani pikiran. Ketika kita sedang tidak dalam mood yang baik, kita tidak perlu memaksakan diri terlalu keras untuk membaca.

Dengan pendekatan yang lebih santai, kita berkesempatan membangun hubungan yang lebih sehat dengan kebiasaan membaca. Seiring waktu, membaca akan terasa sebagai kebutuhan, bukan lagi kewajiban.

Ketenangan Harus Diciptakan

Membaca buku tidak akan berdampak langsung dan signifikan dalam mengubah jalan hidup hidup. Namun, kegiatan ini dapat memberi sesuatu yang sering kita lupakan seperti ruang untuk berhenti, berpikir, dan bernapas.

Mungkin saja, di dunia yang kita rasakan semakin bising ini, hal-hal itulah yang sebenarnya kita butuhkan.

Barangkali kita sebenarnya tidak mencari lebih banyak hiburan atau lebih banyak informasi. Bisa jadi hal yang kita cari adalah sedikit ruang untuk tenang.

Kebutuhan itu bisa kita penuhi salah satunya dengan membaca buku.

liliek purwanto

Recent Posts

Modul yang Baik Bukan Sekadar Kumpulan Materi

Sebenarnya, banyak orang sudah punya bahan yang komplit untuk membuat modul. Mereka memiliki materi lengkap,…

1 week ago

Mengapa Orang Pintar Bisa Bangkrut dan Orang Biasa Bisa Kaya?

Orang pintar bangkrut dan orang biasa bisa kaya mestinya tidak menjadi hal yang terlalu mengherankan.…

1 month ago

Mengapa Kita Sulit Beradaptasi dengan Perubahan?

Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi. Namun, mengapa begitu banyak orang merasa kesulitan menerimanya? Pernahkah…

2 months ago

Makin Banyak Belajar Menulis Makin Tidak Percaya Diri?

Semakin banyak belajar menulis, Anda menjadi tidak percaya diri. Sungguh aneh memang. Itulah salah satu…

3 months ago

Kenapa Tulisan Saya Tidak Bagus? Begini Cara Memahami Keraguan dalam Menulis

Merasa tulisan sendiri tidak bagus? Banyak penulis mengalami keraguan dalam menulis. Artikel ini membahas mengapa…

4 months ago

Mengapa Scroll Sosmed Lebih Asyik Ketimbang Membaca Buku?

Scroll sosmed yang kamu rencanakan sebentar saja ternyata sudah 30 menit tanpa kamu sadari. Kamu…

7 months ago

This website uses cookies.