gambar puasa ramadan
Anak rewel saat puasa, terutama puasa pertama bagi mereka, adalah hal yang lazim terjadi. Puasa pertama bagi seorang anak memang kerap tidak berjalan mulus. Baru jam 10 pagi sudah bilang lapar. Jam 11 mulai mengeluh. Puncaknya, jam 12 drama dimulai.
Sebagai orang tua, kadang-kadang kita ikut lelah. Niatnya ingin melatih anak mencintai Ramadan, tetapi yang terjadi justru perang emosi.
Sebenarnya hal seperti itu wajar saja. Bagi anak-anak, belajar berpuasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Hal ini merupakan proses adaptasi fisik, mental, dan emosional. Seperti proses belajar lainnya, mengajari anak berpuasa Ramadan juga membutuhkan strategi.
Kita bisa menggunakan berbagai cara mengajarkan puasa kepada anak-anak tanpa disertai drama. Nah, sekarang kita akan membahas cara itu satu per satu.
Banyak orang tua berharap anak-anak langsung menjalankan puasa secara penuh sejak awal Ramadan. Padahal, untuk anak usia dini, keinginan itu jelas tidak realistis.
Kita bisa menggunakan sistem target bertahap, misalnya:
Dengan cara ini, anak-anak akan lebih sering merasa berhasil, meskipun belum berpuasa secara penuh sejak awal. Sebuah keberhasilan kecil akan mampu membangun semangat anak-anak untuk meningkatkan targetnya secara bertahap.
Umumnya, anak-anak menyukai sesuatu yang bisa dilihat dan diraba. Oleh sebab itu, menunjukkan bentuk visual dari progres yang dicapai anak-anak lebih efektif daripada sekadar kata-kataseperti, “Wah, puasa Adik bagus, ya.”
Bentuk visual bisa bermacam-mcam, misalnya:
Setiap kali anak berhasil mencapai target yang telah disepakati, berilah tanda penghargaan kepadanya. Bentuk penghargaannya pun bisa dibuat secara sederhana seperti gambar bintang atau jempol.
Cara ini akan membuat anak-anak merasa berpuasa seperti sebuah permainan yang menyenangkan, bukan beban yang memberatkan.
Biasanya muncul drama karena anak fokus pada rasa lapar yang dialaminya. Jadi, salah satu solusinya adalah mengalihkan fokus anak pada kegiatan-kegiatan yang menyenangkan.
Beberapa contoh aktivitas atau permainan yang bisa dilakukan anak-anak antara lain:
Ketika anak-anak sibuk, mereka akan “melupakan” puasa sehingga bisa mengurangi kemungkinan terjadi drama.
Suatu saat, mungkin anak berkata, “Bunda, aku lapar banget ….”
Ketika mendengar keluhan anak semacam itu, sebaiknya kita tidak langsung menjawab, “Sabar, dong!”
Ada cara lain menaggapi keluhan anak yang lebih elegan karena terdengar simpatik. Misalnya, “Iya, Bunda tahu, pasti rasanya berat, ya. Kamu hebat lho, bisa bertahan sampai sekarang.”
Kalimat sederhana ini membuat anak merasa dirinya dipahami. Nah, ketika anak merasa dimengerti, ia akan bersikap lebih kooperatif.
Pemberian reward atau penghargaan hampir pasti akan menyenangkan hati anak. Kita bisa memberikan reward dalam bentuk sederhana, tidak harus berupa hadiah besar.
Beberapa contoh bentuk penghargaan yang bisa kita berikan kepada anak-anak antara lain:
Pengakuan atas usaha yang telah dilakukan anak-anak sangat berarti bagi mereka. Jadi, alangkah bagus kita memperhatikan usaha atau proses dan bukan hanya melihat hasilnya.
Ada berbagai alasan yang membuat pendekatan semacam ini berjalan efektif, antara lain:
Membangun pengalaman positif membuat anak-anak menyukai puasa dan berbagai aktivitas Ramadan lainnya.
Barangkali Anda terbayang ribetnya menjalankan program ini. Sebetulnya program seperti ini tidak terlalu menguras tenaga dan pikiran.
Sekarang banyak tersedia panduan menjalankan kegiatan Ramadan bagi anak-anak. Beberapa materi yang bisa Anda dapatkan dari panduan-panduan tersebut antara lain:
Panduan lengkap dan praktis semacam itu terdapat dalam sebuah ebook berjudul Ramadan Ceria untuk Anak: Panduan 30 Hari Puasa & Aktivitas Ramadan. Anda bisa mendapatkan ebook tersebut melalui tautan (link) berikut ini:
Klik di sini
Ebook ini dirancang bagi orang tua yang tidak mau repot membuat sistem sendiri dari nol. Anda tinggal membuka ebooknya, lalu menjalankan program yang siap pakai.
Puasa adalah latihan kesabaran, disiplin, dan empati. Semua itu bisa diajarkan dengan cara yang lembut dan menyenangkan.
Ketika kita bisa menjalankan program yang menyenangkan, hasilnya bisa di lura dugaan. Ramadan tidak lagi menjadi pengalaman penuh tekanan, melainkan akan menjadi kenangan indah dan kehadirannya terus dinantikan.
Sebenarnya, banyak orang sudah punya bahan yang komplit untuk membuat modul. Mereka memiliki materi lengkap,…
Orang pintar bangkrut dan orang biasa bisa kaya mestinya tidak menjadi hal yang terlalu mengherankan.…
Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi. Namun, mengapa begitu banyak orang merasa kesulitan menerimanya? Pernahkah…
Semakin banyak belajar menulis, Anda menjadi tidak percaya diri. Sungguh aneh memang. Itulah salah satu…
Merasa tulisan sendiri tidak bagus? Banyak penulis mengalami keraguan dalam menulis. Artikel ini membahas mengapa…
Apakah kamu pernah merasa pikiran penuh, kuping bising, dan kepala puyeng? Lalu, setelah membaca beberapa…
This website uses cookies.