ilustrasi metafora adalah
Metafora adalah solusi untuk menjaga pembaca tak beranjak dari tempat duduknya. Bagaimana cara menggunakan metafora untuk “menghidupkan” tulisan yang menjemukan?
Anda kerap membaca tulisan-tulisan berupa artikel atau buku? Jika benar, pasti sering menemukan bacaan-bacaan yang bikin Anda tak berselera menyelesaikan membacanya hingga akhir tulisan.
Jenis bacaan yang menjemukan tentu bikin semangat membaca kita menurun. Bahkan bisa hilang ketika baru memulainya.
Rule of three dan comic triple bisa menjadi umpan maut untuk menggugah semangat pembaca, dan Anda bakal menemukan cara menggunakannya.
Saat seseorang menjumpai bacaan yang hanya bikin mulutnya terus-terusan menguap, dengan gampang ia akan mengalihkan perhatiannya. Apalagi bila ia membaca artikel-artikel secara daring, segudang alternatif bacaan telah mengantre di depan matanya.
Namun, hal yang berbeda terjadi pada penulis. Gara-gara tulisan yang membosankan, seorang penulis, yang telah susah payah menerbitkan tulisannya, bakal kehilangan kesempatan memperoleh pembaca begitu saja.
Nah, agar tidak kehilangan potensi pembaca semacam itu, apa yang harus dilakukan oleh seorang penulis? Tentu saja, selain menghasilkan tulisan yang memberi manfaat, ia juga mesti menyajikan tulisan yang mampu menarik hati (calon) pembaca.
Untuk memenuhi kebutuhan itu, metafora adalah salah satu jawabannya.
Secara umum, kita dapat mengatakan bahwa metafora adalah kata-kata kiasan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), metafora artinya pemakaian kata atau kelompok kata dalam arti yang tidak sebenarnya. Kata atau kelompok kata itu digunakan untuk menggambarkan sesuatu berdasarkan persamaan atau perbandingan dengan hal lainnya.
Dari dunia pendidikan, salah satu definisi metafora muncul di sebuah artikel yang ditayangkan oleh situs The Stanford Encyclopedia of Philosophy. Dalam tulisan berjudul “Metaphor”, disebutkan bahwa metaphor atau metafora adalah penggunaan kata-kata kiasan (puitis atau retoris) secara berlebihan.
Benarkah writer’s block akal-akalan orang California belaka? Anda akan menemukan jawabannya.
Salah satu contoh metafora adalah lintah darat yang digunakan untuk menyebut rentenir. Seorang rentenir acap digambarkan sebagai pengisap darah orang-orang yang berutang kepadanya.
Umumnya, orang yang berutang sedang dalam kesulitan keuangan. Nah, di tengah kesulitan itu, rentenir mengambil untung dengan meminta bunga tinggi sebagai biaya peminjaman uang. Seakan-akan, si rentenir mengisap darah para pengutangnya.
Melihat kemiripan cara kerjanya dengan lintah, maka rentenir disamakan dengan binatang kecil pengisap darah itu.
Ketika ditampilkan dalam kalimat, lintah darat sebagai sebuah metafora menjadi seperti berikut ini.
“Keterbatasan pengetahuan masyarakat di dusun itu telah memberi ruang gerak bagi lintah darat untuk menebar aksinya dengan leluasa.”
Contoh lain adalah tulang punggung yang diposisikan sebagai penopang hidup.
Dalam Biologi, tulang punggung berfungsi untuk menopang tubuh manusia. Sementara itu, sebagai metafora, tulang punggung merupakan sosok yang menopang kehidupan orang lain.
Kita bisa menampilkan metafora ini dalam kalimat seperti contoh di bawah ini.
“Anak remaja itu menjadi tulang punggung keluarganya lantaran kedua orang tuanya telah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas.”
Menyisipkan metafora ke dalam artikel bisa menjadikan sebuah artikel lebih menarik karena beberapa hal. Berikut ini beberapa manfaat metafora yang disisipkan dalam tulisan.
Kadang-kadang kita kesulitan ketika dituntut untuk memaparkan suatu konsep yang abstrak atau rumit. Dalam kebingungan seperti ini, kita dapat menggunakan metafora untuk menjelaskannya.
Berikut ini sebuah contoh penggunaan metafora untuk menggambarkan pikiran seseorang yang sulit dipahami.
“Pikiranmu adalah labirin, terlalu sulit orang lain menemukan jalan keluarnya.”
Membayangkan ‘labirin’ yang dapat dilihat secara visual memudahkan orang memahami kondisi pikiran orang lain ketimbang menggunakan frasa ‘pikiran yang rumit’.
Selain mencari manfaat dari sebuah tulisan, umumnya pembaca juga berharap memeroleh hiburan dari sana. Hal ini bisa menjadi kesempatan bagi kita untuk menarik hati mereka dengan menyuguhkan metafora yang menghibur seperti contoh di bawah ini.
“Di tengah padang gersang, seulas senyum Eci menjelma sebagai oase yang sangat menyejukkan.”
Ideaphoria adalah pedang bermata dua, bisa menjadi peluang, tetapi dapat juga menimbulkan masalah.
Sesuatu yang biasa-biasa saja bakal segera dilupakan orang. Sebaliknya, tulisan yang menyajikan sesuatu yang bermakna dalam akan dikenang lebih lama.
Salah satu cara menampilkan makna mendalam dalam tulisan adalah dengan membubuhkan metafora di dalamnya. Berikut ini sebuah contoh kalimat yang mengandung metafora yang berfungsi untuk menguatkan makna atas suatu keadaan yang hendak disampaikan oleh penulis.
“Sejak kehilangan pekerjaan tetap tiga tahun silam, lelaki paruh baya itu menjadi mesin yang tak lelah bekerja siang malam demi memenuhi kebutuhan istri dan kedua anaknya.”
Penggunaan frasa ‘mesin yang tak lelah bekerja siang malam’ dapat meninggalkan kesan yang lebih mendalam daripada sekadar ‘bekerja keras’.
Itulah pengertian, fungsi dan contoh-contoh metafora. Anda tentu bisa menemukan banyak contoh lainnya.
Nah, apa pendapat Anda mengenai metafora?
Indonesia kehilangan sebuah lelucon akibat “ulah” Shin Tae-yong dan Erick Thohir. Anda bakal tahu lelucon apa itu.
Apakah penggunaan metafora bisa membikin tulisan lebih menarik hati pembaca? Benarkah metafora adalah jawaban yang tepat untuk memperbaiki tulisan yang bikin pembaca bosan?
Sebenarnya, banyak orang sudah punya bahan yang komplit untuk membuat modul. Mereka memiliki materi lengkap,…
Orang pintar bangkrut dan orang biasa bisa kaya mestinya tidak menjadi hal yang terlalu mengherankan.…
Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi. Namun, mengapa begitu banyak orang merasa kesulitan menerimanya? Pernahkah…
Semakin banyak belajar menulis, Anda menjadi tidak percaya diri. Sungguh aneh memang. Itulah salah satu…
Merasa tulisan sendiri tidak bagus? Banyak penulis mengalami keraguan dalam menulis. Artikel ini membahas mengapa…
Apakah kamu pernah merasa pikiran penuh, kuping bising, dan kepala puyeng? Lalu, setelah membaca beberapa…
This website uses cookies.