Kreatif

Rule of Three Adalah Umpan Pemikat Hati

Rule of three adalah sebentuk senjata rahasia penulis untuk menarik minat pembaca. Sodorkan senjata ini untuk mencegah pembaca beranjak dari tempat duduknya.

Secara umum, orang menyukai segala sesuatu yang beraroma humor. Tidak terkecuali, orang juga menggemari lelucon dalam bentuk tulisan.

Nah, ketertarikan orang terhadap lelucon bisa kita manfaatkan sebagai umpan. Gunakan umpan itu sebagai sisipan untuk memancing minat pembaca agar terus menelusuri tulisan kita.

Silakan baca artikel yang membahas peran humor sebagai daya tarik sebuah tulisan.

Comic triple adalah bentuk rule of three yang mengandalkan lelucon sebagai senjata pemungkas. Kita bisa menggunakan comic triple sebagai umpan yang kita pasang dalam tulisan kita.

Apa itu rule of three dan comic triple? Bagaimana cara membuat dan menerapkannya?

Rule of Three Adalah Ungkapan yang Menggugah Perhatian

Rule of three adalah sebuah prinsip komunikasi yang banyak dianut orang. Prinsip ini menyatakan bahwa tiga elemen tertentu dalam satu rangkaian bakal menarik perhatian dan meninggalkan kesan mendalam.

Elemen dalam rule of three bisa berwujud kata, frasa, atau kalimat. Selain itu, prinsip ini juga bisa dikreasikan dalam bentuk cerita.

Eh, sebentar, … mengapa harus tiga elemen?

Konon, tiga adalah bilangan minimal yang bisa membentuk suatu pola tertentu. Deretan tiga elemen juga relatif mudah diingat.

Rule of three populer dalam pelbagai bidang kehidupan termasuk di dunia kepenulisan. Para penulis besar menggunakan rule of three untuk menambah kekuatan kata-kata mereka.

Ada sebentuk rule of three yang amat digandrungi. Pola yang mengandalkan kekuatan humor itu biasa disebut comic triple.

Comic triple menyajikan tiga entitas dengan sesuatu yang khas. Kekhasan pola ini terdapat pada entitas ketiga yang umumnya berupa ungkapan mengejutkan karena berbeda dengan dua entitas yang disebutkan sebelumnya.

“There are three kinds of lies: lies, damn lies, and statistics.”

Seuntai kalimat menohok itu pertama kali dilontarkan entah oleh Mark Twain atau Benjamin Disraeli atau entah siapa. Saya cuma berharap kalimat itu bisa tampil sebagai contoh comic triple yang mengesankan.

Awalnya kita merasakan sebuah ungkapan serius dalam kalimat singkat itu. Namun, kemudian pada penutupnya, kita disuguhi lelucon yang sedikitnya bikin kita tersenyum simpul.

Semacam itulah wujud comic triple. Kita mengawalinya dengan dua ungkapan senada, lalu menutupnya dengan sebuah “pukulan” yang mengejutkan.

Comic triple bisa menjadi semacam penghilang kantuk bagi pembaca yang mulai bosan. Setelah dalam sekian alinea tersaji tulisan yang mengernyitkan dahi, mudah-mudahan sebaris lelucon tiga elemen mampu mengendurkan saraf yang agak tegang.

Seusai sejenak mengulas senyum, pembaca bakal melanjutkan aktivitas membaca tulisan kita hingga titik penghabisan. Seperti itulah harapan seorang penulis.

Bagaimana Cara Membuat Comic Triple?

Bikin lelucon bukan pekerjaan yang mudah dilakukan. Perlu upaya kreatif untuk mendapatkan sebuah rangkaian tiga entitas yang mampu menggugah minat pembaca.

Namun, ketika kita mampu mengkreasinya, ganjaran setimpal sangat mungkin kita dapatkan. Kemampuan bikin lelucon membuka peluang lebih banyak memperoleh perhatian khalayak.

Bukankah aksi-aksi para pemain komedi baik yang profesional maupun amatiran selalu dinanti?

Contoh comic triple tentang “kebohongan” statistik di atas bakal mengesankan ketika disematkan dalam sebuah artikel yang membahas sesuatu yang berkenaan dengan data. Orang-orang bakal terperanjat dibuatnya.

Henneke, penulis blog Enchanting Marketing menyodorkan sebuah resep menghasilkan comic triple yang menawan.

Mula-mula, ungkapkan sesuatu yang Anda sukai. Lalu, sodorkan dua alasan yang membikin Anda menggemari hal itu.

Nah, ketika pembaca merasa sedang mengikuti sebuah cerita yang datar-datar saja, tiba saatnya Anda menyorongkan sebuah alasan ganjil yang tak terduga.

“I love writing because I love playing with words; I like improving my thinking; and I can also practice for the procrastination championships.”

Benar-benar sebuah alasan ajaib, bukan?



Silakan baca artikel tentang sulitnya memproduksi tulisan humor.

Jika Anda gemar membaca, bisa saja Anda ungkapkan alasan-alasan mengapa Anda rajin membaca buku. Saya telah meyusun sebuah comic triple terkait kegiatan membaca di bawah ini.



“Saya suka membaca karena kegiatan membaca bisa menambah wawasan, membaca juga menghibur hati yang lagi galau, dan yang paling penting, saya seorang pengidap insomnia.”


Tidak ada salahnya Anda mulai merancang guyonan semacam itu dan menyisipkannya dalam tulisan Anda. Bukankah comic triple dan rule of three adalah senjata efektif untuk membangun engagement pembaca?


liliek purwanto

Recent Posts

Modul yang Baik Bukan Sekadar Kumpulan Materi

Sebenarnya, banyak orang sudah punya bahan yang komplit untuk membuat modul. Mereka memiliki materi lengkap,…

1 week ago

Mengapa Orang Pintar Bisa Bangkrut dan Orang Biasa Bisa Kaya?

Orang pintar bangkrut dan orang biasa bisa kaya mestinya tidak menjadi hal yang terlalu mengherankan.…

1 month ago

Mengapa Kita Sulit Beradaptasi dengan Perubahan?

Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi. Namun, mengapa begitu banyak orang merasa kesulitan menerimanya? Pernahkah…

2 months ago

Makin Banyak Belajar Menulis Makin Tidak Percaya Diri?

Semakin banyak belajar menulis, Anda menjadi tidak percaya diri. Sungguh aneh memang. Itulah salah satu…

3 months ago

Kenapa Tulisan Saya Tidak Bagus? Begini Cara Memahami Keraguan dalam Menulis

Merasa tulisan sendiri tidak bagus? Banyak penulis mengalami keraguan dalam menulis. Artikel ini membahas mengapa…

4 months ago

Membaca Buku Membuat Hati Tenang. Benarkah?

Apakah kamu pernah merasa pikiran penuh, kuping bising, dan kepala puyeng? Lalu, setelah membaca beberapa…

6 months ago

This website uses cookies.