ilustrasi kisah unik penulis
Kisah unik kerap dialami penulis saat bekerja. Mereka memiliki beragam cara untuk menghasilkan gagasan serta mengolahnya menjadi sebentuk tulisan.
Ethel menutupi kepalanya dengan sebuah ember yang biasa digunakannya untuk mengepel lantai. Lantas, ia memukuli ember yang menutupi kepalanya dengan gagang sapu. Beberapa kali ia melakukan hal ganjil itu hingga ia merasakan kupingnya berdenging.
Sialnya, tingkah aneh yang dilakukannya di halaman belakang apartemen yang disewanya itu disaksikan oleh seorang tetangganya secara tidak sengaja. Sang tetangga yang tinggal di apartemen yang berada tepat di atas apartemen Ethel tengah melongokkan kepalanya dari jendela.
Kira-kira, apa yang terbayang dalam pikiran si tetangga? Entahlah, yang jelas belum genap seminggu sejak kejadian itu, si tetangga memilih kabur meninggalkan apartemennya dan mencari tempat tinggal baru.
Mengapa Ethel bertingkah konyol hingga “mengusir” tetangganya? Konon, seperti itulah salah satu cara Nazi membikin orang menjadi gila.
Saat itu Ethel Bangert, seorang penulis novel, tengah melakukan riset untuk pembuatan novel terbarunya. Novel yang dirancangnya berseting zaman Nazi Jerman yang amat terkenal.
Ethel menceritakan kembali kisah riset konyolnya dalam artikel berjudul “Seember Penuh Penelitian”. Tulisan kocak itu tersaji dalam buku Chicken Soup fo the Writer’s Soul, Harga Sebuah Impian.
Selain Ethel Bangert, penulis-penulis lain tentu memiliki pengalaman masing-masing dalam proses kepenulisan mereka, dan sebagian di antaranya bisa dibilang unik dan menarik. Berikut ini beberapa kisah unik yang dialami sejumlah penulis.
Teknik menulis bebas menjadi pilihan banyak penulis dalam proses menghasilkan karya. Teknik ini mengharuskan seorang penulis, pada tahap awal proses kerjanya, menuangkan gagasan-gagasannya secara bebas tanpa memikirkan kualitas tulisan.
Proses menulis bebas tidak selalu mudah dilakukan. Godaan untuk segera mengedit konsep yang tengah dibuatnya acap membikin penulis terhalang menuangkan seluruh isi kepalanya.
Nah, Kent Haruf, seorang penulis novel asal Amerika Serikat punya cara untuk mengatasi godaan semacam ini. Sebelum menulis, ia akan mengikatkan sehelai kain wol melingkari kepalanya hingga menutupi kedua matanya. Jadi, jangankan mengedit, membaca tulisannya saja ia tak bisa.
Mark Levy adalah sosok pebisnis dan penulis produktif. Buku-buku dan pelbagai jenis tulisannya telah menginspirasi banyak orang. Apakah dalam proses kreatifnya, ia selalu bertindak normal?
Sepertinya tidak. Ia sendiri mengakui dan menceritakan kisah unik yang dialaminya dalam buku Menjadi Genius dengan Menulis. Saat berkarya, ia kerap melakukan tindakan tidak biasa. Misalnya saja, ia sering mengayunkan tubuh di kursi, memukul kaki, dan bergumam tidak jelas ketika sedang mengolah ide-ide yang muncul di kepalanya.
Meskipun demikian, dengan gerakan-gerakan random semacam itu, Levy mengaku bisa produktif menghasilkan karya tulis dan inspirasi bisnis.
Secara umum, proses menulis dimulai dari bagian awal, lalu berlanjut ke bagian tengah hingga berakhir di paragraf penutup. Namun, tidak semua penulis mengikuti kaidah umum semacam itu.
Salah seorang penulis yang “menyimpang” dari urut-urutan proses menulis adalah Budi Darma. Sesuai judul tulisannya “Mulai dari Tengah” yang tersaji dalam buku Proses Kreatif, Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang Jilid 2, penulis novel Orang-Orang Bloomington itu kerap mengawali proses menulis dari bagian tengah cerita.
Selain kertas dan pena atau komputer, secangkir kopi lazim menjadi teman setia penulis. Namun, bagi Honore de Balzac, kopi bukan lagi sekadar teman. Minuman yang dianggap mampu mengatasi rasa kantuk itu telah menjelma sebagai candu bagi penulis yang semasa hidupnya berdiam di Paris itu.
Jika para penulis lainnya biasa menyesap satu atau dua cangkir kopi sembari mengetik, konon Balzac sanggup menghabiskan 50 cangkir kopi dalam sehari. Ini jumlah yang wow tentunya. Benarkah Balzac sanggup meminum kopi sebanyak itu?
Hingga kini tidak pernah dijumpai literasi yang bisa mengabarkan secara pasti jumlah kopi yang diminum penulis yang hidup di tahun 1799 hingga 1850 itu. Namun, banyak orang meyakini bahwa Balzac mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak, melebihi rata-rata konsumsi kopi orang-orang pada umumnya.
Nah, itulah beberapa pengalaman unik para penulis ketika berkarya. Barangkali Anda melakukan hal serupa dengan salah satu penulis, atau mungkin punya kebiasaan yang berbeda.
Kita tentu tak harus mengikuti kebiasaan orang-orang itu bila tidak sesuai dengan kebutuhan kita. Namanya juga kisah unik, tentu cerita unik dunia kepenulisan itu berlaku bagi orang tertentu saja.
Sebenarnya, banyak orang sudah punya bahan yang komplit untuk membuat modul. Mereka memiliki materi lengkap,…
Orang pintar bangkrut dan orang biasa bisa kaya mestinya tidak menjadi hal yang terlalu mengherankan.…
Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi. Namun, mengapa begitu banyak orang merasa kesulitan menerimanya? Pernahkah…
Semakin banyak belajar menulis, Anda menjadi tidak percaya diri. Sungguh aneh memang. Itulah salah satu…
Merasa tulisan sendiri tidak bagus? Banyak penulis mengalami keraguan dalam menulis. Artikel ini membahas mengapa…
Apakah kamu pernah merasa pikiran penuh, kuping bising, dan kepala puyeng? Lalu, setelah membaca beberapa…
This website uses cookies.