ilustrasi literasi visual adalah skill penting
Literasi visual adalah sebentuk kecakapan yang amat dibutuhkan di era digital. Konten-konten visual memang tengah merajai tampilan media saat ini.
Kehadiran era digital menandai menjamurnya banyak media yang mengandalkan materi-materi visual sebagai sajian utama. Strategi media-media itu menyajikan banyak konten visual mengikuti tren sebagian warga yang sangat menggandrungi materi-materi berwujud visual.
Silakan baca artikel mengenai cara mengawali menulis dari gambar ilustrasi.
Dengan demikian, kita sangat membutuhkan kemampuan untuk memahami pesan-pesan yang disampaikan dalam bentuk visual. Kemampuan semacam itulah yang dikenal sebagai literasi visual.
Arti visual adalah sesuatu yang terlihat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), visual adalah ‘dapat dilihat dengan indra penglihatan (mata)’ atau ‘berdasarkan penglihatan’.
Nah, literasi visual tentu saja berkaitan dengan materi-materi berbentuk visual seperti gambar, infografik, dan video.
Association of College and Research Libraries (ACRL) mengemukakan definisi literasi visual dalam sebuah artikelnya berjudul “ACRL Visual Literacy Competency Standards for Higher Education”. Menurut ACRL, literasi visual adalah seperangkat kemampuan yang memungkinkan seseorang menemukan, menafsirkan, mengevaluasi, menggunakan, dan membuat gambar dan media visual secara efektif.
Istilah literasi visual sendiri muncul pertama kali tahun 1969. Kala itu, John Debes mengartikan literasi visual sebagai suatu kompetensi yang dimiliki seseorang untuk memahami makna suatu gambar.
Dewasa ini, kita hampir tak lagi bisa lepas dari berbagai bentuk media visual. Iklan yang ditayangkan televisi, media sosial yang kita akses melalui telepon seluler, dan materi presentasi yang kita lihat di kantor merupakan beberapa contoh media visual yang kerap kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Kita mesti memiliki kemampuan literasi visual agar mampu memahami materi-materi visual yang terus mengelilingi kita nyaris sepanjang hari. Secara spesifik, manfaat literasi visual antara lain untuk memahami informasi yang kompleks, untuk mengenali manipulasi visual, dan untuk berkomunkasi dengan lebih efektif.
Visualisasi data melalui grafik atau diagram dapat membantu menyederhanakan informasi yang kompleks dan rumit. Dengan literasi visual, kita bakal lebih mudah memahami informasi yang dibuat dalam bentuk-bentuk visual semacam itu.
Silakan baca juga artikel yang membahas humor sebagai daya tarik kuat bagi sebuah tulisan.
Adakalanya pihak-pihak tertentu sengaja memanipulasi data atau informasi menggunakan materi-materi visual seperti foto dan video. Ketika kita memiliki kemampuan literasi digital, kita akan dapat mengidentifikasi materi-materi visual tersebut sehingga tidak terprovokasi.
Sebagian orang lebih gampang memahami informasi dalam wujud visual. Nah, komunikasi menggunakan media visual lebih berpeluang tersampaikan kepada orang-orang bertipe seperti ini.
Kita bisa mengembangkan kemampuan literasi visual melalui berbagai cara seperti memperhatikan detail, menganalisis konteks, mengambangkan keterampilan desain, dan mengecek sumber materi visual.
Kemampuan melihat secara detail elemen-elemen yang terdapat dalam foto atau video membantu kita memahami makna foto atau video tersebut. Kita bisa memperhatikan warna, komposisi, bentuk, dan simbol-simbol yang dipakai dalam sebuah materi visual.
Kita perlu mempertimbangkan beberapa faktor yang berkaitan dengan suatu produk visual. Misalnya saja latar belakang dan tujuan pembuatannya, individu atau institusi yang membuatnya, dan pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh si pembuat dalam materi visual tersebut.
Dengan mengembangkan keterampilan desain berarti kita harus memahami prinsip-prinsip dasar desain. Nah, dengan memahami prinsip-prinsip desain, bakal lebih mudah bagi kita menafsirkan sebuah konten visual.
Kredibilitas sumber yang menyiarkan materi visual menjadi salah satu faktor penting untuk diperhatikan. Sumber yang kredibel tentu saja lebih meyakinkan kita akan keaslian materi visual yang ditampilkannya.
Upaya mengembangkan keterampilan literasi visual bakal menghadapi tantangan yang tidak ringan. Sebagian tantangan itu bersumber dari teknologi yang berkembang dewasa ini. sementara itu, sebagian lainnya disebabkan sumber daya yang terbatas.
Beberapa tantangan yang akan mengadang usaha mengembangkan keterampilan literasi visual, antara lain adanya manipulasi media dan banjir informasi.
Teknologi editing gambar dan video berkembang amat pesat. Pada satu sisi, teknologi ini tentu saja sangat membantu memperbaiki kualitas hasil visual seperti gambar dan video.
Namun, pada sisi lain, teknologi ini juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memanipulasi produk-produk visual dengan tujuan tertentu.
Silakan baca juga tulisan yang mengulas dampak yang ditimbulkan oleh adanya banjir informasi.
Dewasa ini, kemudahan teknologi informasi telah menyebabkan banjir informasi mengepung hidup kita. Materi-materi visual termasuk jenis-jenis informasi yang datang bagai air bah.
Melimpahnya materi-materi tersebut dapat membuat kita kewalahan menghadapinya. Adakalanya, karena keterbatasan waktu dan alasan-alasan lain, kita tidak sempat menyaring materi-materi yang datang melalui berbagai channel media yang kita akses.
Dengan mengasah keterampilan literasi visual, kita akan lebih mudah memahami dan menafsirkan pesan yang akan disampaikan melalui materi-materi visual. Jadi, kemampuan ini tidak hanya memperkaya wawasan kita, melainkan juga akan melindungi kita dari berbagai informasi visual yang menyesatkan.
Jadi, sudah jelas kini, literasi visual adalah keterampilan krusial yang harus kita miliki di era digital ini.
Sebenarnya, banyak orang sudah punya bahan yang komplit untuk membuat modul. Mereka memiliki materi lengkap,…
Orang pintar bangkrut dan orang biasa bisa kaya mestinya tidak menjadi hal yang terlalu mengherankan.…
Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi. Namun, mengapa begitu banyak orang merasa kesulitan menerimanya? Pernahkah…
Semakin banyak belajar menulis, Anda menjadi tidak percaya diri. Sungguh aneh memang. Itulah salah satu…
Merasa tulisan sendiri tidak bagus? Banyak penulis mengalami keraguan dalam menulis. Artikel ini membahas mengapa…
Apakah kamu pernah merasa pikiran penuh, kuping bising, dan kepala puyeng? Lalu, setelah membaca beberapa…
This website uses cookies.