Inspirasi

Sumber Visual, Cek Keasliannya Sebelum Membagikannya

Sumber visual menjelma sebagai perangkat penting di era digital. Zaman lalu-lintas informasi serba bergegas menuntut kita jeli melihat gambar dan video yang acap menyambangi kita.

Telah banyak kabar-kabar aneh yang diunggah media sosial ternyata hoaks. Celakanya, berita-berita hoaks yang menggunakan sarana gambar atau video semacam itu telanjur dipercaya banyak orang.

Belajar dari berbagai kejadian semacam itu, kita mesti lebih berhati-hati dan selalu meneliti sumber-sumber visual sebelum mengambil kesimpulan. Setelah mengetahui keaslian dan kredibilitas suatu tampilan visual, tentu saja kita bakal lebih bijak menanggapinya.

Silakan baca artikel yang membahas pentingnya literasi visual di era digital.

Ada beragam cara mengecek keaslian dan kredibilitas materi-materi visual yang kian mendominasi luberan informasi dewasa ini.

Nah, kita akan membahas cara-cara memeriksa keaslian dan kredibilitas sumber visual agar tidak terjebak mempercayai begitu saja gambar atau video yang kita lihat.

Cara Mengecek Sumber Visual

Manipulasi sumber-sumber visual dalam bentuk gambar dan video sangat mudah dilakukan dewasa ini. Teknologi yang berkembang pesat menjadi salah satu sebabnya.

Berbagai alat (tools) untuk mengedit gambar dan video tersebar luas dan mudah didapatkan. Alat yang semestinya memudahkan hidup manusia itu kerap disalahgunakan untuk memanipulasi sumber visual.

Kemudahan-kemudahan itu telah membikin kita kian kesulitan membedakan sumber-sumber visual asli dan sumber-sumber visual yang telah dimanipulasi.

Jika tidak berhati-hati kita bisa terperosok ke dalam kesesatan informasi. Bahkan, yang lebih parah lagi, kita bisa turut menyebarkan informasi-informasi yang menyesatkan semacam itu.

Nah, agar kita terhindar dari kesesatan dalam mengonsumsi informasi, kita mesti memahami cara-cara mengetahui sumber-sumber visual yang asli dan yang telah dimanipulasi. Terdapat beberapa cara memeriksa keaslian dan kredibilitas foto dan video, antara lain Reverse Image Search, memeriksa metadata gambar atau video, meneliti kredibilitas pembuat atau pengunggah foto atau video, memperhatikan detail visual, dan menggunakan alat pendeteksi fakta.

Menggunakan Sistem Reverse Image Search

Sistem Reverse Image Search antara lain dikembangkan oleh Google News Initiative bekerja sama dengan penerbit dan jurnalis. Google Image Search akan mendeteksi sumber gambar yang asli dan bisa menemukan gambar aslinya sudah pernah diterbitkan dan digunakan untuk keperluan lain atau tidak.

Silakan baca juga imbauan bagi penulis untuk tidak bertindak seperti pelayan.

Memeriksa Metadata Gambar atau Video

Teknik pemeriksaan ini dilakukan untuk mendapatkan data atau informasi mengenai sebuah foto. Hal itu bisa dilakukan karena setiap foto memiliki metadata yang berbeda dengan foto-foto lainnya.

Informasi yang terdapat pada metadata foto antara lain mengenai waktu pengambilan foto, lokasi pengambilan foto, dan jenis kamera yang digunakan untuk mengambil foto tersebut.

Jadi, ketika ada sebuah foto yang diterbitkan tahun 2025 dan diklaim sebagai kejadian pada tahun yang sama, tetapi metadatanya menyebutkan bahwa waktu pengambilan foto itu terjadi pada tahun 2010, maka bisa diindikasikan bahwa klaim itu tidak benar.

Namun, perlu diingat bahwa metadata bisa dihapus oleh pengunggah foto sebelum upload ke media sosial. Dengan demikian, cara ini tidak selalu memberikan hasil yang kita inginkan.

Mengecek Kredibilitas Sumber Visual

Kredibilitas sumber visual yang pertama kali menerbitkan foto atau video bisa menjadi petunjuk apakah foto atau video itu valid atau tidak. Dalam hal ini kita bisa mengecek beberapa faktor seperti apakah pengunggah foto atau video merupakan situs berita terpercaya atau tidak, apakah ada bukti-bukti lain yang mendukung kebenaran narasi tentang foto atau video tersebut, dan apakah akun yang menyebarkan foto atau video itu terlihat mencurigakan atau tidak.

Silakan baca juga ulasan mengenai ideaphoria yang bisa menjadi peluang sekaligus masalah.

Memperhatikan Detail Visual Foto atau Video

Selain memeriksa pihak pengunggah, kita juga bisa mencari kejanggalan dalam foto atau video itu sendiri. Adakalanya, sumber visual yang telah melalui proses pengeditan meninggalkan jejak yang janggal.

Kejanggalan bisa terlihat pada beberapa unsur dalam foto atau video itu. Misalnya adanya bayangan yang tidak menggambarkan sumber pencahayaan yang sebenarnya, adanya bekas crop yang tampak kasar, dan adanya bagian teks atau visual yang tampak buram tidak seperti unsur-unsur lain di sekitarnya.

Menggunakan Alat Pemeriksa Fakta

Ada beberapa situs yang dibangun untuk melakukan pengecekan terhadap pemberitaan. Situs-situs itu menyediakan sistem pemeriksaan untuk mengetahui apakah suatu berita, foto, atau video benar-benar asli atau hoaks belaka.

Sebagai contoh situs cekfakta.com. Situs yang diinisiasi oleh MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen), dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia) itu memang dibangun untuk keperluan pengecekan fakta.

Itulah beberapa cara mengecek kebenaran berita yang disampaikan melalui foto atau video. Kejelian menyikapi sumber visual yang berseliweran menjadi hal penting yang perlu dilakukan di era digital sekarang ini.

liliek purwanto

Recent Posts

Modul yang Baik Bukan Sekadar Kumpulan Materi

Sebenarnya, banyak orang sudah punya bahan yang komplit untuk membuat modul. Mereka memiliki materi lengkap,…

1 week ago

Mengapa Orang Pintar Bisa Bangkrut dan Orang Biasa Bisa Kaya?

Orang pintar bangkrut dan orang biasa bisa kaya mestinya tidak menjadi hal yang terlalu mengherankan.…

1 month ago

Mengapa Kita Sulit Beradaptasi dengan Perubahan?

Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi. Namun, mengapa begitu banyak orang merasa kesulitan menerimanya? Pernahkah…

2 months ago

Makin Banyak Belajar Menulis Makin Tidak Percaya Diri?

Semakin banyak belajar menulis, Anda menjadi tidak percaya diri. Sungguh aneh memang. Itulah salah satu…

3 months ago

Kenapa Tulisan Saya Tidak Bagus? Begini Cara Memahami Keraguan dalam Menulis

Merasa tulisan sendiri tidak bagus? Banyak penulis mengalami keraguan dalam menulis. Artikel ini membahas mengapa…

4 months ago

Membaca Buku Membuat Hati Tenang. Benarkah?

Apakah kamu pernah merasa pikiran penuh, kuping bising, dan kepala puyeng? Lalu, setelah membaca beberapa…

6 months ago

This website uses cookies.