Seorang pelayan menghidangkan minuman
Penulis bukan pelayan. Lantas, apa bedanya? Jika Anda belum tahu, Dan Poynter akan menunjukkannya bagi Anda.
Sejak mula, saya berkeinginan menjadi seorang penulis. Namun, bukannya bertindak layaknya seorang penulis, saya malah kerap berperilaku sebagai pelayan.
Saya baru menyadari kekeliruan saya setelah menemukan seuntai kalimat inspiratif yang diungkapkan oleh Dan Poynter.
Ada sebuah quote menulis yang mampu menumbuhkan semangat menulis. Silakan singgah membaca artikelnya melalui tautan.
Dan Poynter adalah seorang penulis Amerika Serikat yang telah menghasilkan lebih dari 130 buku sepanjang hidupnya. Poynter juga dikenal sebagai pelopor penerbitan mandiri (self-publishing). Salah satu buku populer karyanya adalah Dan Poynter’s Self-Publishing Manual, diterbitkan tahun 2007.
Kalimat yang diucapkan Poynter tampak sederhana. Namun, setelah membayangkan perilaku saya selama ini, saya baru merasakan bahwa kalimat itu sangat mengena di hati.
“If you wait for inspiration to write, you’re not a writer, you’re a waiter.”
Ungkapan yang disampaikan Poyter itu saya temukan dalam artikel “20+ Encouraging Writing Quotes from (Mostly) Famous Authors” di blog Self Publishing School. Bukan kebetulan juga saya berkunjung ke situs yang kerap membahas dunia penulisan dan penerbitan itu.
Saya sedang terpacu untuk meningkatkan produktivitas menulis. Sayangnya, seperti sering terjadi selama ini, hambatan menulis kembali mengadang.
Ide tak kunjung datang. Bagaimana mau datang kalau tidak dijemput, bukan?
Telah banyak penulis yang menyarankan untuk menjemput ide, bukannya menunggu saja. Ide bukanlah jelangkung yang bakal datang kendati tak diundang.
Nah, saya tak ingin memperlakukan gagasan sebagai jelangkung.
Saya bergegas menelusuri internet. Dengan sabar, saya mengais-ngais berbagai artikel yang sekiranya bisa membuka wawasan dan membantu saya menemukan sebuah tema untuk penulisan artikel saya berikutnya.
Ternyata, membuka dokumen kosong bisa membantu mengatasi masalah writer’s block. Silakan kunjungi pembahasannya melalui tautan.
Lantas, kalimat yang dimunculkan oleh Dan Poynter itu menggugah kesadaran saya. Saya malu dibuatnya.
Tentu saja Poynter tidak bermaksud merendahkan seorang pelayan. Ia menyebut kata pelayan sekadar sebagai sebuah kiasan. Saya meyakini bahwa Poynter sedang berfokus pada kata writer, bukan waiter.
Maksud Poynter sangat jelas.
Seorang pelayan akan bekerja setelah mendapat inspirasi (dalam hal ini tentu saja perintah dari pihak yang harus dilayani). Jika tidak ada perintah, maka ia tidak akan mengerjakan apa pun.
Ketika seorang (yang mengaku dirinya penulis) menunggu inspirasi untuk mulai menulis, maka sejatinya ia bukan penulis.
Tindakannya mencerminkan dirinya seorang pelayan yang menunggu perintah. Ketika inspirasi yang dinantikannya tidak hadir, ia tidak akan menorehkan apa pun ke atas kertas atau program pengolah kata di komputer.
Barangkali bakal timbul pertanyaan seperti ini, “Apa yang akan ditulis kalau tidak ada ide di kepala?”
Semestinya, pertanyaan semacam ini tidak perlu nongol bila kita mengingat-ingat kembali teknik-teknik mendapatkan ide dan teori-teori cara menulis yang telah kita ketahui sejak lama.
Ide bisa datang dari berbagai penjuru mata angin.
Gagasan dapat mencuat dari dalam diri kita sendiri. Gagasan semacam ini bisa berwujud pengalaman, pengetahuan, dan imajinasi.
Imajinasi bisa menjadi pembuka jalan untuk berkreasi. Silakan kunjungi artikel yang mengulasnya melalui tautan.
Dari luar diri kita pun, ide bisa kita dapatkan. Kita hanya perlu mendatangi mereka dengan membaca, mengobrol, atau bahkan sekadar jalan-jalan ke taman di kompleks perumahan yang kita tinggali.
Dalam urusan menulis, saya selalu mengingat sebuah strategi yang selama ini sangat saya andalkan terutama ketika menemui hambatan. Metode menulis bebas (free writing) kerap menunjukkan “taringnya” melancarkan kembali aktivitas menulis yang sempat tersendat.
Dengan metode menulis bebas pula saya menorehkan kata-kata untuk mengembangkan ide yang saya peroleh dari quote Dan Poynter ini.
Kalau ingin menjadi penulis, sebaiknya kita bertindak selayaknya seorang penulis. Penulis akan memburu inspirasi, bukan menunggunya seperti seorang pelayan.
Sebenarnya, banyak orang sudah punya bahan yang komplit untuk membuat modul. Mereka memiliki materi lengkap,…
Orang pintar bangkrut dan orang biasa bisa kaya mestinya tidak menjadi hal yang terlalu mengherankan.…
Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi. Namun, mengapa begitu banyak orang merasa kesulitan menerimanya? Pernahkah…
Semakin banyak belajar menulis, Anda menjadi tidak percaya diri. Sungguh aneh memang. Itulah salah satu…
Merasa tulisan sendiri tidak bagus? Banyak penulis mengalami keraguan dalam menulis. Artikel ini membahas mengapa…
Apakah kamu pernah merasa pikiran penuh, kuping bising, dan kepala puyeng? Lalu, setelah membaca beberapa…
This website uses cookies.